484 Pegawai Non ASN Pemkot Semarang Dipecat Karena Mudik

SEMARANG, majalah-prosekutor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan pemecatan terhadap 484 pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN), dan memberi sanksi kepada 185 ASN dengan pemotongan tunjangan selama satu bulan penuh.

Sanksi itu diberikan karena mereka melanggar aturan larangan mudik Lebaran bagi ASN dan Non ASN di lingkungan Pemkot Semarang. Mereka dengan sengaja melanggar aturan yang sudah disosialisasikan sebelum Lebaran.

Para ASN dan Non ASN yang terbukti melanggar larangan mudik Lebaran 2021 sesuai Surat Edaran (SE) Wali Kota Semarang Nomor B/1 806/443/V/2021 yang ditandatangani pada tanggal 22 April lalu.

Dalam Surat Edaran yang sudah diketahui para pegawai tersebut, ASN yang nekad mudik akan dipotong TPP sebulan dan non ASN akan diberhentikan. Kendati SE sudah diterbitkan dan diketahui oleh ASN dan non ASN ternyata masih banyak yang mengabaikan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, seluruh pegawai yang mendapatkan sanksi, adalah mereka yang ketahuan tidak melakukan absensi selama masa pelarangan mudik lebaran. Selain itu ada juga yang absen dari luar kota. “Total sekitar 500an pegawai yang melanggar,” katanya, Senin (31/05/2021).

Hendi menjelaskan, larangan mudik lebaran sudah melalui proses panjang. Dimana sebelumnya pemerintah pusat sudah mengingatkan terkait dengan larangan mudik, untuk menekan penyebaran Covid-19.

Atas dasar itu kemudian Pemkot Semarang mengeluarkan SE Nomor B/1 806/443/V/2021 yang ditandatangani pada tanggal 22 April lalu.

“Kita sudah mengingatkan berkali-kali, tapi masih tetap ada yang melanggar dan kita mengacu pada SE tersebut,” ujarnya.

Dijelaskannya, pegawai yang melakukan pelanggaran menyebar di berbagai OPD, namun paling banyak berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Tapi tetap banyak yang taat aturan dan kami mengapresiasi mereka yang tidak mudik,” tandasnya.fabian-MP6

Leave a Comment