DPO 10 Tahun Dibekuk Tim Intel Kejati Sulbar

MAMUJU, majalah-prosekutor.com-  Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Johni Manurung selaku Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulbar bekerja cepat.
Hal ini dibuktikan dengan jajarannya yang meringkus buronan yang menghilang selama 10 tahun dan merugikan keuangan negara sebesar Rp 41 Miliar.
Buronan atau DPO bernama Arman Laode Hadan ditangkap di Perumahan Aroepala Angin Mamiri Blok E-1, Kecamatan Rappocinu, Kota Makassar, Sulsel, Minggu (20/9/2020) pukul 09.30.
Tim intelijen Kejati Sulbar atas perintah langsung Kajati Sulbar, Johni Manurung langsung meringkus terpidana yang telah melakukan tindak pidana korupsi (tipikor) yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 41 miliar dengan cara melakukan kredit modal kerja jasa konstruksi pada bank BPD Sulselbar Cabang Pasangkayu.
Terpidana sebelumnya telah menghilang selama 10 tahun dan terlibat langsung dalam kasus-kasus yang dilakukan oleh Andi Mapperampeng Gani yang telah terlebih dahulu diringkus terlebih dahulu oleh tim Kejati Sulbar.
Andi Mapperampeng menjadi DPO dalam tindak pidana korupsi pemberian kredit dalam bentuk kredit modal kerja konstruksi pada BPD cabang Pasangkayu tahun 2006 hingga 2007 lalu.
“Arman Laode Hardan sebelumnya adalah Kasi Pemasaran di BOD Sulselbar,” terang Johni kepada PROSEKUTOR melalui sambungan selular, Minggu (20/09/2020).
Johni menambahkan bahwa Arman adalah DPO ke empat yang berhasil diamankan oleh tim Intelijen Kejati Sulbar.
“Sebelumnya anak-anak intel telah melakukan perjalanan selama kurang lebih dua hari dan setelah berhasil meyakinkan bahwa terpidana ada dilokasi tersebur, langsung bergerak dan berhasil melakukan pengamanan terhadap terpidana.”
Johni melanjutkan, terpidana kemudian dibawa ke Kejaksaan Negeri Makassar untuk dilakukan tes cepat sesuai dengan prokes Covid-19 untuk selanjutnya dibawa ke Mamuju. franky-MP1

Leave a Comment