Kejaksaan Agung Mutasi Ratusan Pejabat

JAKARTA –  Berbarengan dengan pelantikan Wakil Jaksa Agung yang baru, ternyata Jaksa Agung RI juga menerbitkan 2 (dua) Surat Keputusan Mutasi dan Promosi Pejabat Eselon II dan Pejabat Eselon III di seluruh Indonesia.

Untuk pejabat eselon II Jaksa Agung RI menerbitkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 83 Tahun 2020 tanggal 04 Mei 2020 tentang Pemberhentian Dan Pengangkatan Dari Dan dalam Jabatan, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Biro, Kepala Kejaksaan Tinggi, Direktur dan Inspektur. Sementara SK berikutnya yaitu eselon III, berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-IV-307 / C / 05/2020 tanggal 04 Mei 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan di dalam Jabatan Struktural di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia ke 174) Ketua Koordinator , Kepala Bagian Tata Usaha di Kejaksaan Tinggi, Asisten, Kepala Sub Direktorat,

Beberapa pejabat yang menerima promosi atau mutasi antara yang lain  M.Roskanedi yang menerima sebagai Sesjam Intel yang sebelumnya menerima Sunarta (sekarang Jampidum). Kemudian  Kajati DIY yang sebelumnya dijabat Dr Masyhudi, digantikan oleh S umardi (sebelumnya Wakajati Sumut). Masyhudi kemudian dipindahkan menjadi Inspektur V pada Jamwas. Ramel Jesaja yang sebelumnya koordinator di Jampidum, meminta menjadi Wakajati, Sulawesi Utara, meminta Albina Dita Prawitaningsih yang dimutasikan menjadi Wakajati Jawa Tengah. Sementara Wakajati Jateng sebelumnya Erryl Prima Putera Agoesakukan Kajati Maluku Utara di Sofifi mengantikan Andi Herman (sekarang Dir TUN pada Jamdatun).

Erbagtyo Rohan yang sebelumnya Direktur Ekonomi dan Keuangan pada Jamintel, disetujui menjadi Kajati Bali di Denpasar. Posisinya digantikan oleh Elly Shahputra. Kajati Bali sebelumnya Idianto memilih posisi yang dipindahkan Roskanedi sebagai Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis di Jamintel. Sedangkan Kajati Kaltim yang sebelumnya dijabat Chaerul Amir (sekarang Inspektur V pada Jamwas) dipercayakan pada Deden Riki Hayatul Firman yang sebelumnya Direktur TUN pada Jamdatun.

Jabatan Kajati Aceh juga berganti setelah Irdam dipromosikan menjadi Dir Orhada pada Jampidum. Penggantinya Muhammad Yusuf yang sebelumnya menjabt Wakajati Aceh. Sementara Yulianto yang sebelumnya menerbitkan Wakajati, Sulawesi Barat dipromosikan menjadi Kajati, NTT di Kupang, Pathor Rahman yang diserahi tugas sebagai Direktur Perdata pada Jamdatun. Andi Muhammad Taufik (Karo Kana pada Jambin) dipercayakan menjadi Kajati Bengkulu san posisinya digantikan Reda Mathovani yang sebelumnya mengolah Asum Jaksa Agung dan mengganti Reda adalah Kuntadi, sebelumnya Asdatun Kejati Jatim.

Beberapa Kajari juga di Kajari Purwokerto yang dipercayakan untuk Sunarwan, sebelumnya Aspidsus Kejati Kalimantan Barat. Kemudian Kajari Ponorogo dijabat Khunaifi Alhumani. Amrizal Taher yang sebelumnya Kajari Aceh Singkil diminta menjadi Kajari Banyumas. Kajari Batang beralih pada Silvia Desty Rosalini yang sebelumnya Kajari Banjar Baru. Kajari Lamongan yang belum lama diperoleh predikat WBK dipercayakan untuk Agus Setiadi (sebelumnya Kajari Parigi). Suwarno yang sebelumnya Kajari Soppeng dipercaya menjadi kajari Pandeglang di Pandeglang, Banten. Sementara Irwan Batuiding yang sebelumnya Kajari Demak, dipromosikan menjadi Aspidus Kejati Maluku Utara dan posisinya digantikan Suhendra yang sebelumnya memimpin Kejari Sabang.Kajari Banyuwangi Mikroj dialih tugaskan menjadi Kabid Humas pada Penkum Kejagung.

Beberapa Asisten juga dimutasi seperti Asintel Kejati Jateng dipercayakan untuk Emilwan Ridwan. Pejabat lama Ponco H menjadi Koordinator pada Jamintel. Nanang Ibrahim Soleh diterjemahkan sebagai Asintel Kejati Jatim. Kajari Bantul, Zuhandi percaya menjadi Asintel Kejati Bali, meminta Zuhandi adalah Nur Asiah (sebelumnya Asdatun Kejati Sulawesi Tenggara) dan Jefferdian yang sebelumnya Aspidsus Kejati DIY menjadi Inspektur pada Inspektorat Keuangan Jamwas. Posisinya digantikan Erry Pudyanto Marwantono. franky-MP6

Leave a Comment