Antisipasi Covid 19, Kejari Gunungkidul Gelar Sidang Online

GUNUNGKIDUL –  Merebaknya virus corona atau Covid 19 di seluruh dunia termasuk Indonesia, membuat tatanan keseharian tentang perubahannya. Tak ketinggalan dunia juga beralih, sebagian besar kasus di persidangan yang harus mengundang banyak pihak dan ini dipertanyakan dengan himbauan  jarak fisik  atau jaga jarak untuk menggunakan penyebaran virus corona.

Terobosan dengan menggunakan teknologi terbaru menjadi pilihan utama memberikan kepastian hukum bagi para pencari hukum. Salah satu yang dilakukan jurusan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul yang berada di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY.

Kepala Kejaksaan Negeri  (Kajari)  Gunungidul Koswara mengatakan, persidangan online  hari ini (Kamis 26/03/2020) adalah yang pertama di wilayah DIY dan langsung  menyidangkan beberapa perkara. “Persidangan selanjutnya akan dilakukan melalui telekonference dengan  aplikasi Skype.   

Koswara menjelaskan hari ini jajarannya yang bersidang diwakili Ari Hani Saputro, Hany Adi Astuti dan Niken Retno. “Mereka menjadi JPU dalam kasus 303 atas nama Paimin, kasus 363 dengan tersangka Dwi Ana Suharyanto, kasus pertambangan atau 158 UU No.4 Tahun 2000 atas nama Joko Susanto serta kasus pertambangan (338) dengan terdakwa Dani Agung Prasetyo dan Suratmin.”

Sidang online ini, terang Koswara, menjadi jawaban atas ‘tantangan’ Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) untuk menggelar sidang dalam bentuk  konferensi video  di tengah pandemi Corona. Burhanuddin ingin sistem ini dapat diterapkan seluruh kejaksaan tinggi se-Indonesia.

“Saya tantang para Kajati se-Indonesia agar dapat memulai hari ini dapat berkoordinasi dengan jajaran pengadilan dan lapas di daerah. Bagaimana memfasilitasi koordinasi dengan menggunakan konferensi video. Bagi kejaksaan tinggi yang telah didukung menggelar konsultasi video agar dapat membuat laporan untuk saya untuk dapat diakses dapat diterapkan se-Indonesia, “kata Burhanuddin dalam keterangan tertulis, Selasa (24/03/2020) lalu.

P ersidangan Beroperasi Beroperasi Beroperasi secara online tersebut  sebelumnya  Telah disetujui Oleh  Tiga  Instansi , Yaitu  P engadilan  N egeri  Wonoasari, Rutan Kelas II B dan Keja ri  Gunungkidul. Kesepakatan tersebut dilakukan dengan mendjanjikan Memorendum Of Understanding (MoU).

PROSEKUTOR Yang Melihat hal Langsung melalui Media videocall DENGAN Kajari Gunungkidul, terlihat Terkait Sidang  Berjalan Tanpa membahas Sidang Yang dilakukan  di empat dalam  LOKASI BERBEDA, Yaitu Majelis Hakim di Ruang Sidang PN Wonosari, Penuntut Umum di Kantor Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Didakwa di Rutan Wonosari Dan  P enasehat  H ukum di ruang Posbankum.

Persidangan online ini sebagai bentuk manajemen risiko tupoksi pengadilan yang melibatkan karena wabah  corona. Selain itu  para tahanan dan tahanan  yang rentan terpapar kompilasi tergantung di luar tahanan. Dengan menjaga para napi yang ada di dalam rutan dan sudah steril.

Karena saat ini di Indonesia bebas dunia, dilindungi masyarakat dari merebaknya Covid 19 adalah hukum tertinggi, ”tandas Koswara.

Selain itu, tambah Kajari yang sebelumnya dikenal sebagai Wonosari, sidang online ini  disetujui telah  tertuang dalam Peraturan Mahkamah Agung No. 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik. Sementara Perma yang diterbitkan oleh Ketua MA Muhammad Hatta Ali pada 29 Maret 2018  . “Sidang online ini mulai menjadi pilihan setelah mengganasnya virus corona di seluruh dunia.” franky-MP6

Leave a Comment