Jaksa Agung : Tuntut Maksimal Pelaku HOAX Dan Penimbun Terkait Covid-19

JAKARTA –  Jaksa Agung ST. Burhanuddin prihatin karena dari waktu ke waktu fakta-fakta mencengangkan yang menyebabkan virus corona (Covid-19) semakin sulit kepanikan masyarakat Indonesia. Betapa tidak, data terakhir yang dirilis oleh Pemerintah telah ditambahkan sebanyak 227 (dua ratus dua puluh tujuh) suspek yang positif terjangkit virus korona di mana sebagian kecil telah diperoleh dunia.
Seperti diketahui dunia melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengukuhkan Covid-19 sebagai pandemik yang berarti bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Kiat-kiat untuk memutus distribusi virus ini semakin digencarkan yang dibutuhkan anjuran untuk menggunakan masker dan  pembersih tangan  ( pembersih tangan). Pembersih tangan dan masker utama akhirnya menjadi komoditi yang paling diburu masyarakat Indonesia. Akan tetapi, sungguh disayangkan karena dalam situasi yang memilukan ini bisa digunakan segelintir orang untuk meraup rupiah yang tidak bertanggung jawab dengan menimbun besar-besaran topeng yang benar-benar berkualitas sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Topeng penimbunan topeng ini sangat meresahkan dan membebani masyarakat, sebelum untuk strata ekonomi menengah ke bawah karena topeng atas yang lebih langka dan mahal kian tinggi.
Menyikapi fenomena tersenut (penimbunan) yang terjadi ditengah-tengah upaya kita bersama untuk mencegah dan menangkal virus COVID-19. “Saya selaku Jaksa Agung Republik Indonesia menerima para jaksa dalam penyelidikan-kasus seperti penimbunan masker, bahan-bahan farmasi, dan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dan juga penyebar tipuan terkait corona, agar setiap pelakunya diberikan bantuan maksimal,” ujar Burhanuddin. pers yang di keluarkan Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI di Jakarta, Rabu (18/3/2020) malam. Akan menimbulkan efek jera bagi pelakunya sekaligus memicu bagi yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama. franky-MP6

Leave a Comment