Vidcon Persiapan Kejaksaan Hadapi Pilkada Serta Program Perubahan Setiap Bidang

JAKARTA –  Jaksa Agung RI St. Burhanuddin bersama Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin) Bambang Sugeng Rukmono, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jam-Intel) Jan S Maringka, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jam-Pidum) yang juga merangkap sebagai Plh. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam-Pidsus) Ali Mukartono, Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kaban Diklat) Kejaksaan RI yang juga sebagai Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) Setia Untung Arimuladi, Staf Ahli Jaksa Agung bidang Datun Toni Spontana, Sekretaris JAM Intelijen Sunarta, Sekretaris JAM Pengawasan, Sekretaris JAM Datun, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI Hari Setyono dan Kepala Pusat Penelitan dan Pengembangan (Kapuslitbang) Kejagung RI, bertempat di Pusat Media Puspenkum Kejaksaan Agung,

Kapuspenkum Hari Setyono dalam ketenrangan resminya, sesuai tujuan vicon dalam pembicaraan dan persamaan semua yang muncul di seluruh satuan kerja Kejaksaan se-Indonesia dan juga sebagai bahan  pembaharuan  dan pembahasan dari kegiatan-kegiatan untuk dicarikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan. ini dalam menunaikan tugas pokok dan wewenang yang dimiliki.

Kapuspenkumirkan Vidcon ini untuk memaksimalkanisasi pelaksanaan Peraturan Jaksa Agung RI Nomor: PER-069 / A / JA / 07 tentang Ketentuan-Ketentuan Penyelenggaraan Pengawasan Kejaksaan Republik Indonesia,

Diantaranya Kesiapan Kejaksaan dalam pertemuan Pilkada serentak Tahun 2020, Program-program perubahan di setiap bidang Kejaksaan RI, mulai Bidang Pembinaan, Intelijen, Pidum, Pidsus, Datun dan Pengawasan.

Di bidang Pembinaan, “Jaksa Agung harus menerima hibah dari pemerintah daerah tidak harus memengaruhi independensi

Kemudian bidang Intelijen, petugas intelijen agar senantiasa menyelenggarakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dengan menggunakan dan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan yang kedua agar berhasil yang sebelumnya dilaksanakan oleh TP4, tetap dilaksanakan oleh Asisten Intelijen dalam hal ini Kasi Pengamanan Pembangunan Strategis.

Selanjutnya dibidang Pidum, Jaksa Agung meminta agar setiap jaksa mempalajari dan meminta UU Pemilu (khusus Pilkada) dan peraturan lain yang terkait dengan perkara yang menarik perhatian masyarakat seyogyanya betul-betul memperhatikan hati nurani dan perasaan masyarakat.

Lalu di bidang Pidsus, Jaksa Agung meminta optimalkan produk penyidikan perkara TP. Korupsi tetapi jangan sampai asal banyak penyidikan menunggu sampai kriminalisasi kebijakan atau mencari-cari kesalahan pembuat kebijakan.

Di bidang Datun, Jaksa Pengacara Negara (JPN) dan primadona Kejaksaan ke depan berusahanya untuk membuat produk seperti Opini Hukum (LO) dan Legal Assitent (LA) harus betul-betul dibuat profesional dengan mendanai kontruksi yuridis formil serta dengan opsi-opsi berikut JPN.

Dan terakhir bidang Pengawasan, Jaksa Agung mengingatkan agar aparat Kejaksaan (Jaksa maupun Tata Usaha) tidak melakukan tindakan tercela dan didukung positif secara berkelanjutan dan berkelanjutan dalam pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani ( WBBM).

Usai pengarahan Jaksa Agung, tanya jawab bersama tanya jawab peserta dari Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri seluruh Indonesia. Di penghujung acara vidcon, Jaksa Agung menyampaikan pesan kepada insan Adhyaksa agar meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Kejaksaan.

“Mari bersama-sama meningkatkan dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Kejaksaan, sehingga kita bisa menjawab tantangan dan tentu saja akan berimbas pada perubahan pandangan masyarakat yang positif terhadap Kejaksaan.” Franky / muzer-MP1

Leave a Comment