Alumni Karangturi Diharapkan Mampu Membantu Percepatan Pembangunan SDM di Jawa Tengah

SEMARANG –  Alumnus Karangturi paling besar jadi orang hebat. Dari banyak orang hebat, barangkali ada yang punya ide atau bantuan yang bisa membantu percepatan pembangunan SDM di Jawa Tengah. 

Harapan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat hadir dalam acara puncak Reuni Akbar Karangturi (RAK) 90 tahun yang berlangsung di Sekolah Nasional Karangturi, Jalan Padma Boulevard Selatan Blok F, Kompleks Perumahan Graha Padma Kota Semarang, Sabtu (1/2/2020) siang
Dengan percepatan pembangunan SDM, tambah Ganjar, diharapkan akan mengurangi anak-anak di Jawa Tengah yang hanya lulus sekolah di kelas 7 atau 9, tetapi bisa ke jenjang yang lebih tinggi.
RAK 90 tahun yaang bertajuk ‘Journey of Gaok, Unity Across Generations’ berlangsung sejak Jumat (31/1/2020) hingga hari ini dan dibuka untuk umum.
Ganjar sebelum didaulat menyanyikan lagu ‘Cendol Dawet’ mengungkapkan kekagumannya karena reuni akbar ini mampu mendatangkan banyak alumni dari berbagai negara.
“Saat awal diundang oleh panitia, mereka merayu yang hadir banyak alumni dari berbagai negara. Ternyata memang benar,” katanya sambil bergurau apakah yang datang dari kota Wuhan, Cina.
Sebelumnya Ketua Panitia RAK 90 tahun, Hernilam mengatakan reuni ini dilakukan untuk menyatukan alumni Sekolah Nasional Karangturi setelah 90 tahun tercerai berai.
“Selain itu tujuan utama kita adalah untuk mengundang para alumni untuk bersatu mengundang dan belajar untuk pendidikan nasional di Indonesia.” Alumnus 1996 ini menambahkan tentang momen reuni ini juga membahas kepada semua alumni tentang mereka punya universitas dan memberikan beasiswa. Beasiswa ini terbuka untuk umum. “Di mana tahun ini sudah terkumpul untuk dana beasiswa Rp580 juta.”
Universitas Nasional Karangturi berada di bawah Yayasan Pendidikan Nasional Karangturi. Sebelum mendirikan perguruan tinggi, Yayasan ini sudah mengelola pendidikan formal dari tingkat Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas.
SEKOLAH NASIONAL
Cikal bakal Sekolah Nasional Karangturi bermula dari H.C.S. Chung Hwa Hui yang didirikan pada tahun 1929. Berdirinya sekolah tersebut adalah berkat jasa pengumpulan dan penggalangan dana oleh The Sien Tjo yang dalam waktu cepat dapat mengumpulkan Dana Sekolah (schoolfonds) sebesar F 10.000 (sepuluh ribu Gulden).
Ada pun para dermawan saat itu antara lain Liem Siong Liang, Liem Ing Hok, Tan Tek Peng, Tan Tiong Hie, Oei Tjong Hauw dan Liem Bwan Tjioe.
Sekolah HCS. Chung Hwa Hui resmi dibuka pada tanggal 1 Juli 1929, dengan menempati sebuah rumah di Jalan Seteran 56, Semarang. Kini nomor rumah tersebut diganti menjadi 180. Jumlah siswanya hanya kurang lebih 20 orang. Atas keputusan Komisi Sekolah, maka sekolah diawali dengan sebuah kelas yang dinamakan Voorklas.
Guru pertamanya adalah A. Vervoorn, seorang guru Neutral school di Semarang. Namun, ia hanya sempat mengajar beberapa bulan dan meminta cuti karena sakit. Sebagai penggantinya adalah Rika Go.
Perjalanan sejarah Sekolah Nasional Karangturi yang panjang dan berliku tampaknya semakin memantapkan langkah Karangturi kedepan. Hal ini ditunjukkan dengan kiprah Sekolah Nasional Karangturi dalam bidang pendidikan yang dari tahun ke tahun semakin menunjukkan prestasi yang nyata. Usia yang sudah 90 tahun ini semakin membuat Sekolah Nasional Karangturi juga terus belajar banyak hal tanpa kenal lelah untuk menghadapi persaingan global yang menuntut penguasaan dalam segala hal terutama ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan visi menjadi sekolah berwawasan global dengan semangat kewirausahaan dan mewujudkan Semua Anak Bisa, Semua Anak Berbakat, dan Semua Anak Bisa Naik Kelas, Sekolah Nasional Karangturi selalu terbuka dengan perkembangan zaman dan selalu mendorong peserta didiknya untuk terus berprestasi sesuai dengan bidang yang  diminati .franky – MP6

Leave a Comment