Setelah Jalani Hukuman Pokok, Terdakwa Akan Dikebiri

SURABAYA – Putusan hukuman kebiri tiga tahun serta hukuman penjara selama 12 tahun yang dijatuhkan majelis hakim PN Surabaya yang diketuai Dwi Winarko terhadap terdakwa kasus pencabulan anak Rahmat Santoso Slamet  ditanggapi langsung oleh  Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur  Dr.  M Dofir,  SH, MH. 

Mantan Kajari Surabaya ini menyatakan jika putusan tersebut sudah berkekuatan hukum tetap ( inkracht ) maka pihaknya akan melakukan hukuman kebiri kimia tersebut. “Teknis pelaksanaan kebiri ini akan dilaksanakan setelah  terdakwa disetujui oleh pengadilan terlebih dahulu selama 12 tahun penjara.  J ika sudah memutuskan hukuman pokok, baru Terdakwa memutuskan hukuman kebiri kimia .

Namun demikian, Dofir, pihaknya masih menunggu peraturan resmi tentang petunjuk teknis persetujuan kebiri kimia tersebut.

Diketahui  terdakwa melakukan aksi pada pertengahan 2016 hingga 2019. Modusnya sederhana, terdakwa mengajak beberapa siswa datang ke kediamannya dengan beberapa alibi memberikan binaan khusus tentang Ilmu Kepramukaan.

Sedikitnya ada 15 anak di bawah umur yang menjadi korbannya. Para korban merupakan siswa binaan ekstrakulikuler dari lima SMP dan satu SD di Kota Surabaya .

Pelaku pencabulan anak di bawah ini di atas majelis hakim yang diketuai Dwi Winarko  dijatuhi  hukuman penjara selama 12 tahun. Selain itu hakim juga menjatuhi denda sebesar Rp100 juta dengan subsider tiga bulan penjara.  Dan tak hanya  itu, hakim juga menjatuhkan kebiri kimia selama tiga tahun pada terdakwa.

Vonis ini lebih ringan dari keputusan JPU Sabetania yang sebelumnya menuntut penjara selama 14 tahun dengan denda dan kebiri sama dengan vonis hakim. franky-MP6

Leave a Comment