Mantan Kabid Olahraga Dispora Kab.Pasuruan Ditahan

BANGIL –  Setelah menyandang status tersangka dugaan korupsi, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pasuruan tahun anggaran 2017, dengan nilai kerugian Rp.918 juta sejak 31 Juli 2019, akhirnya Lilik Wijayanti Budi Utami, Spd. MM resmi menyelamatkan tim penyidik ​​pengadilan khusus Kabupaten Kejari Pasuruan pada Kamis (19/9).

Kabantan Olahraga Kab. Mantan Kab.Pasuruan itu menerima pemeriksaan lanjutan 5 jam sejak pukul 10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB Kabid Olahraga Dispora Kab.Pasuruan sebelumnya diminta oleh tim Pidsus Kejari Kab.Pasuruan.

Menurut Kasi Pidana Khusus Kejari Kab.Pasuruan Denny Saputra Kurniawan, SH, MH mengatakan, “Penahanan terhadap tersangka ini bukan atas desakan atau intervensi dari yang sesuai dan sesuai dengan rasa keadilan,” tegasnya

”Lilik kami tahan karena berkas perkara telah lengkap dan segera kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya. Meskipun diputuskan sebagai tidak dilakukan penahanan, dianggap yang masih berdinas di Bakesbangpol dan dianggap sebagai kooperarif terbuka. “

Selanjutnya, tambah Denny, tersangka kami titipkan (diambil) di LP Kelas IIB Bangil tertanggal 19 September 2019 hingga 20 hari kedepan, selanjutnya menjadi badan hukum Pengadilan Tipikor hingga selesainya proses persidangan dan perbaiki hukum tetap ( inchrat ).

DIKORBANKAN

Kepada bangun media, sambil memegang tangis Lilik tak banyak memberikan keterangan. Baru saat dibawa menuju mobil tahanan, Lilik bernyanyi dan diundang sendiri selama ini hanya disuruh, tidak menikmatinya. Ia berdalih hanya menjalankan tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Saya dikorbankan karena hanya disuruh. Saya tidak menikmatinya. Yang suruh pimpinan saya pak Munip.”

Ia mengaku, selama ini tidak pernah menikmatinya. Ada potongan 10 persen di setiap proyek yang dilaksanakan. Yang memotong bendahara setelah PPTK menerima pencairan anggaran.

Ndak  tahu ke siapa alirannya.  Kayaknya  ke pimpinan. Ada potongan 10 persen,” tambahnya.

Oleh Abdul Munif atau AM adalah Kepala Dispora saat LWohonan Kabid Olahraga tahun 2017.

Menurut pengakuan Lilik, apa yang disetujui selama ini atas permintaan AM, termasuk potongan 10 persen setiap kegiatan.

Terkait nyanyian tersangka, Kasi Pidsus mengatakan akan meminta persetujuan tersebut dalam persidangan.

“Tidak menutup kemungkinan akan muncul tersangka baru. Lebih lanjut nilai kerugian negara sudah ada. Tinggal menunggu dua alat bukti saja. Kami setuju, kami tidak akan tebang pilih. Kami akan menyelesaikannya menggunakan ini hingga ke akar-akarnya,” janjinya.

Sementara itu, penasehat hukum tersangka Elisa, SH mengatakan, “Tahap dua telah selesai dan telah selesai selama 20 hari ke depan. Perlu diperuntukkan bersama, itulah klien kami yang hanya menjalankan perintah atasan dan tidak menerima uang yang dituduhkannya. Semua ada disetorkan pada atasannya. Selanjutnya kami akan meminta penangguhan penahanan, hal ini berkaitan dengan Bu Lilik yang sangat  syok  dan kesehatannya menurun . “

Kasus ini ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan setelah mendapat laporan masyarakat terkait dugaan keuangan negara pada Dinas Pemuda Dan Olahraga Kab.Pasuruan Tahun Anggaran 2017.

Setelah dilakukan penyelidikan dan meningkat pada saat pemeriksaan selesai, 32 saksi, akhirnya penyidik ​​pengadilan khusus memenangkan satu tersangka atas dugaan korupsi diperoleh Rp. 918 juta yaitu Lilik Wijayanti Budi Utami yang ditetapkan sebagai Kabid Olahraga pada Dispora Kab.Pasuruan. lpp / kie-MP6

Leave a Comment