Kejati Jatim Terima SPDP Kasus Veronica Koman

SURABAYA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Veronica Koman dari penyidik Polda Jatim.

Terhadap SPDP, Kejati Jatim menerbitkan P-16 sebagai administrasi surat perintah penunjukan jaksa peneliti untuk mengikuti perkembangan penyidikan perkara tersebut.

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim lantaran dianggap melanggar pasal di UU tentang ITE, KUHP 160, UU Nomor 1 tahun 1946 dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Veronica Koman masih dalam kejaran Polri lantaran dua kali tidak menghadiri panggilan pemeriksaan.

Selain Veronica Koman, Kejati Jatim juga sudah menerima SPDP kasus asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan. Di antaranya, Tri Susanti, Samsul Arifin dan Andria Adiansah.

TUNGGU BERKAS

“Saat ini kami tinggal menunggu berkas perkaranya dari penyidik (Polda Jatim),” kata Kepala Kejati Jatim, Sunarta, Jumat (13 /9).

Mantan Kajati NTT itu menambahkan bahwa pihaknya baru saja menambah empat SPDP. “Semuanya belum berkas dan belum masuk. Jadi baru SPDP semua, baru empat berkas.”

oznor

Sebelumnya, menurut Sunarta, pihaknya sudah menerima SPDP Tri Susanti, Samsul Arifin dan Youtuber asal Kebumen, Jawa Tengah, Andria Adiansah.

Dan seiring menunggu berkas masuk Kejati Jatim juga telah menerbitkan P16, atau menunjuk Jaksa Peneliti untuk kasus tersebut.

“Jadi pemberitahuan sudah jalan, tapi mereka masih (Polda Jatim) melakukan pemeriksaan dan pemberkasan, baru akan sampai ke kita dan diteliti oleh jaksa. Dengan SPDP kita sudah menerbitkan P16, jaksa peneliti, kalau kodenya P16,” tandasnya.lpp/kie-MP6

Leave a Comment