Jaksanya Kena OTT KPK, Kajati DIY Minta Maaf

YOGYAKARTA – Karena ada satu oknum jaksa di Kejari Kota Yogyakarta yang tertangkap tangan oleh KPKKepala Kejaksaan Tinggi DIY Erbagtyo Rohan menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan masyarakat.

Permohonan maaf ini disampaikannya terkait OTT KPK dalam kasus dugaan suap lelang proyek rehabilitasi saluran air hujan dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Saat Kajati DIY Erbagtyo Rohan menghadiri acara penandatanganan nota kesepakatan Pemda DIY dengan Kejati DIY, di akhir sambutannya, Kajati secara spontan menyampaikan permintaan maaf kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam acara yang digelar di Gedung Pracimosono, Kompleks Kepatihan Yogyakarta Kamis (22/8) lalu.

“Sebelum mengakhiri sambutan ini izinkan dari lubuk hati kami yang paling dalam saya mengajukan permohonan maaf kepada Bapak Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta.”

Selain kepada Gubernur DIY, Kajati DIY Erbagtyo Rohan juga mengutarakan permintaan maaf kepada semua yang hadir di acara penandatanganan nota kesepakatan dan kepada seluruh masyarakat Yogyakarta atas sikap dan perbuatan dari salah seorang Jaksa.

Ditegaskannya, apa yang dilakukan oleh oknum jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta adalah perbuatan yang tercela.

“Atas sikap perbuatan dari staf kami salah seorang jaksa yang melakukan perbuatan tercela dan membuat bapak Ibu sekalian dan kita semua menjadi tidak nyaman. Sekali lagi atas nama pimpinan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap dalam lelang proyek rehabilitasi saluran air hujan di Kota Yogyakarta.

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK yakni Eka Safitra jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta sekaligus anggota TP4D, Satriawan Sulaksono jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta dan Gabriella Yuan Ana sebagai Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri.kie/kcm-MP6

Leave a Comment