Jaksa Agung : ‘Olahraga Tingkatkan Prestise Bangsa dan Negara’

JAKARTA –  Jaksa Agung RI, HMPrasetyo membuka Pekan Olah Raga (POR) dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-59 Tahun 2019.
Pembukaan POR yang ditandai dengan pelapisan sirine oleh Jaksa Agung di dampingi Wakil Jaksa Agung, Ketua Panitia yang juga sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan Muhammad Yusni yang mengikutsertakan sejumlah burung merpati, balon udara serta penyerahan piala bergilir dari para juara umum tahun 2018 lalu adalah kontingen dari Kejati DKI.
Jaksa Agung mengatakan bahwa Olahraga dikembangkan untuk review Membangun Identitas jati Diri Manusia Indonesia Yang sehat raga Dan jiwanya, guna mewujudkan Dedikasi Dan Pengabdian untuk review menaikkan  prestise  bangsa Dan gatra.
“Sesuatu yang patut kita contoh dan terapkan dalam lingkup kehidupan diri dan Korps kita,” kata Prasetyo di Badiklat Kejaksaan RI, Jakarta, Kamis (11/7)
Lanjut Prasetyo, dengan melalui pertandingan olahraga yang dilakukan dengan penuh kesungguhan, sportifitas dan kejujuran untuk mengejar prestasi keberhasilan, maka d Loalam banyak hal akan mampu pula membuktikan keunggulan, mengukir penghargaan, kewibawaan, dan kehormatan baik secara perorangan maupun, kelompok dan secara keseluruhan.
Tema POR kali ini “Sehat Jasmani, Sehat Rohani untuk Adhyaksa yang Selaras, Berintegritas dan Serasi”, rasanya cukup relevan dan penting untuk direnungkan dan diaplikasikan oleh segenap warga Adhyaksa dan jajaran.
Prasetyo menegaskan melalui kegiatan POR ini, fungsi utama olahraga untuk memelihara kebugaran dan mencerahkan pikiran memang dibutuhkan sebagai prasyarat penting untuk menyehatkan badan, menyehatkan pikiran.
“Juga memperkuat jasmani dan rohani. Ini sangat bermanfaat dalam upaya membangun watak, mental serta kepribadian dalam memperkuat kapasitas dan jatidiri setiap insan Adhyaksa yang baik dan paripurna.”
Perlu dipahami bahwa sebenarnyalah olahraga tidak harus dianggap hanya sebagai kegiatan untuk menjaga kebugaran fisik semata, tandas Jaksa Agung, melainkan juga merupakan sebuah upaya untuk memperoleh esensi-esensi prinsip dan mendasar yang diperlukan dalam kehidupan keseharian.
Oleh sebab itu, POR ini hendaknya jangan pula hanya dianggap sebagai sebuah kompetisi mengejar kemenangan dengan cara mengalahkan lawan tanding saja, tetapi di dalamnya harus dimaknai sebagai sebuah proses internalisasi, persiapan yang matang, perencanaan, pengorganisasian, penyusunan strategi dan pelaksanaan bahkan evaluasi dan pengawasan disertai kesungguhan, kerja keras, semangat pantang menyerah dan kerjasama satu sama lain dalam ikatan budaya kekitaan sebagai nilai-nilai yang melekat dan menjadi acuan bersama dalam menghadapi setiap event pertandingan.
“Karenanya jika kita kembali kaitkan dengan apa yang kita harapkan dengan Korps Adhyaksa, maka hal seperti yang diperlukan. Jati diri dan pribadi yang selaras, berintegritas, dan serasi akan menciptakan pengaturan organisasi kejaksaan yang solid, efektif, produktif dan efisien. Juga profesional , bermartabat, dan tepercaya. Selanjutnya Korps Kejaksaan akan mendapat tempat yang disetujui di tengah masyarakat. muzer / franky-MP1

Leave a Comment