Ratusan Jaksa Ikutan Latsamil di Lembang

BANDUNG – Ratusan Jaksa penyidik yang tergabung dalam Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK)  pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) di Pusdikajen Kodiklat TNI-AD Lembang, Jawa-Barat, Senin (29/4/19).
Diklat Latsarmil yang berlangsung selama 4 (empat) hari secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kaban Diklat) Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi, dihadiri Jampidsus Adi Toegarisman, Komandan Pusdikajen Kodiklat TNI AD, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, para pejabat eselon II dan III dilingkungan Jampidsus Kejaksaan Agung.
Kaban Diklat Kejaksaan RI dalam kata sambutannya mengatakan Diklat Dasar Militer  yang dilaksanakan ini merupakan salah satu tujuan guna membentuk karakter yang kuat (character building), menanamkan disiplin, percaya diri dan  cinta tanah air serta memperkuat jiwa korsa yang kuat dalam rangka mewujudkan prinsip jaksa adalah satu dan tidak terpisahkan (een en ondelbaar) dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Dengan pertimbangan dan makin pesatnya perkembangan hukum dan kejahatan Tindak Pidana Korupsi yang terjadi di masyarakat, diperlukan kemampuan dan kapabilitas yang maksimal dari para anggota Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi,” ujarnya.
Untung menegaskan, diadakan Diklat Latsarmil ini bertujuan untuk dengan salah satu misi dari pembentukan Satgassus pada bidang tindak pidana khusus diantaranya, Meningkatkan kemampuan teknis (kapabilitas) Satgassus P3TPK dalam penanganan dan penyelesaian perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana khusus lainnya, Mempunyai komitmen yang jelas dalam penanganan perkara tindak pidana khusus (berintegritas), serta mampu menjaga kehormatan pribadi, keluarga dan institusi (bermartabat), Memiliki kepribadian dan pengendalian diri yang kuat serta tanggap dalam melaksanakan tupoksinya sebagai ujung tombak penegakan hukum dalam menghadapi perkembangan yang terjadi di masyarakat pada saat ini.
“Maka dibutuhkan peningkatan wawasan, kemampuan (Skill) dan integritas serta pelatihan khusus terkait kepribadian dalam menangani perkara-perkara besar dan rumit pembuktiannya yang salah satunya melalui pemberian kegiatan pelatihan yang di dalamnya memberikan materi yang dapat menggugah semangat kerja Satgassus P3TPK  untuk dapat lebih maksimal dan professional dalam melaksanakan pekerjaannya serta dapat menjunjung tinggi rasa disiplin dan cinta tanah air,” tegasnya.
Pelaksanaan Diklat ini kata Untung, juga sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rangka memantapkan dan membentuk watak sebagai seorang jaksa muda yang siap bertugas di lingkungan kejaksaan.
 “Serta untuk membekali para peserta pelatihan dengan materi-materi dasar yang berkaitan dengan tugas-tugas yang akan saudara emban nantinya selama berdinas,” ucapnya.
Untuk itu Kaban Diklat berharap kepada para peserta Diklat untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini, agar materi yang akan disampaikan dapat di serap dengan optimal yang pada akhirnya nanti dapat di aplikasikan  pada saat bertugas di satuan kerja masing-masing.
“Waktu yang sangat singkat ini manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menambah wawasan serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang saudara miliki agar menjadi Jaksa/pegawai yang handal dan profesional di bidangnya masing-masing,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya Kaban Diklat berpesan kepada seluruh Jaksa P3TPK  yang mengikuti Latsarmil Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada tuhan yang maha esa, agar kalian selalu memiliki ketenangan jiwa, dan kejernihan pikiran dalam melak-sanakan tugas belajar ini.
Ikuti seluruh kegiatan belajar dengan sungguh-sungguh, untuk menambah wawasan dan keterampilan, dalam menghadapi tugas yang akan datang.
Pelihara dan jaga kesehatan, agar dalam pelaksanaan belajar dan berlatih dapat dilaksanakan dengan baik.
Pelihara tata tertib dan disiplin, serta hindari perbuatan yang tidak terpuji, yang dapat merugikan diri sendiri, maupun lembaga pendidikan, serta ikuti setiap petunjuk dari pembina, agar pendidikan ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar.muzer/frank

Leave a Comment