Diklat PIM Tk.III Angkatan II Ditutup

JAKARTA – Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kaban Diklat) Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi secara resmi menutup dan melantik Diklat Kepemimpinan Tingkat III  (Diklat PIM Tk.III) Angkatan II Kejaksaan.

Upacara penutupan yang berlangsung di lantai VI Aula Adhyaksa Loka, Kampus B Badan Diklat Kejaksaan RI, Ceger, Jakarta, Rabu (5/12) diikuti sebanyak 29 dari seluruhnya  berjujmlah 30 peserta.

Sementara itu satu peserta atas nama Andri Wiranova diketahui menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air  JT 610  di perairan Karawang, Jabar belum lama ini.

Upacara penutupan Diklat PIM Tk.III Angkatan II diawali dengan penanggalan tanda peserta Diklat dan peyerahan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) secara simbolis kepada dua peserta.

Dalam kesempatan ini, Kaban Diklat juga mengumumkan lima besar dalam penilaian sikap kepribadian dan prestasi akademik peserta Diklat PIM Tk.III Angkatan II Tahun 2018 dan langsung menerima penghargaan dari Kaban Diklat.

Terbaik pertama diraih Kordinator dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Nana Riana. Terbaik kedua, Muhtadi Kordinator pada Kejati Kalimantan Selatan, kemudian Peringkat terbaik ketiga diraih Fahmi (Kordinator Bangka Belitung), sementara peringkat  keempat Novan Hadian dari Kejati Jambi dan terakhir atau peringkat kelima, Tenriawaru, Kordinator Kejati Sultra.

Kaban Diklat Setia Untung Arimuladi dalam sambutannya mengatakan, salah satu bentuk program pengembangan ASN dilakukan melalui program Diklat.

“Pelatihan adalah proses terencana untuk mengubah sikap perilaku, pengetahuan dan ketrampilan melalui pengalaman belajar untuk mencapai kinerja yang efektif dalam sebuah kegiatan atau sejumlah kegiatan,” kata Untung.

Pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan ketrampilan pegawai baik secara horizontal maupun vertical.

“Secara horizontal berarti memperluas ketrampilan jenis pekerjaan yang diketahui. Sedangkan vertical memperdalam satu bidang tertentu,” jelasnya.

Selain itu kata Untung, Diklat pegawai negeri memberi kontribusi pada peningkatan produktifitas, efektifitas dan efesiensi organisasi.

“Pendidikan dan pelatihan bagi pegawai harus diberikan secar berkala agar setiap pegawai terpelihara kompetensinya untuk peningkatan kinerja organisasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Untung menegaskan, salah satu bentuk peningkatan kompetensi manajerial dengan mengembangkan kompetensi kepemimpinan operasional pada pejabat eselon III yang akan berperan dan melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan di unit kerja masing-masing.

“Diharapkan saudara-saudara tidak hanya memiliki kompetensi sesuai tugas dan wewenang saudara namun hendaknya dalkam diri saudara juga terpatri sikap dan perilaku yang terpuji, jujur, taat azas, berkomitmen dan memiliki kemampuan merespon aspirasi dan nilai-nilai keadilan yang hidup dalam masyarakat. Tentunya dengan tetap berpegang pada kepatuhan terhadap hukum dan menggunakan hati nurani. Sehingga suatu saat nanti saudara akan mampu mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan di Kejaksaan dan lebih luas di negeri Republik Indonesia yang kita cintai,” pungkasnya.muzer/franky-MP1

Leave a Comment