Kejuaraan Bulutangkis Antar Media Zona Tengah Diikuti 36 Pasangan

SEMARANG – Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2018 zona Tengah  mulai digelar di GOR Tri Lomba Juang, Semarang, hari ini Jumat (23/11) dan Sabtu besok.

Kejuaraan rutin tahunan yang didukung Bakti Olahraga Djarum Foundation ini diikuti sebanyak 15 media dari Jawa tengah dan Yogyakarta.

Ke-15 media itu yakni TVRI Semarang, TVRI Yogyakarta, Semarang TV, TVKU Semarang, RRI Semarang, RRI Surakarta, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Harian Wawasan, Tribun Jateng, Radar Semarang, Magelang Ekspress, Tabloid Cempaka, Jateng Today dan Prosekutor yang siap bersaing menjadi yang terbaik.

Darjo Sojat selaku ketua panitia pelaksana menjelaskan, KBAM tahun ini menggelar nomor perorangan ganda. “Seperti yang telah berlangsung selama ini untuk tahun genap digelar nomer perorangan. Sedangkan di tahun ganjil dipertandingkan nomer beregu.”

Adapun nomor yang dilombakan, tambah Darjo, dibagi dalam tiga kategori, yakni kategori usia 25-35 tahun, kategori usia 36-45 tahun dan kategori usia 45 tahun.

Event dengan hadiah total 177 juta ini sendiri dibagi menjadi tiga zona wilayah, barat, timur dan tengah. Adapun dua wilayah yakni zona barat dan timur telah dilangsungkan di Jakarta dan Surabaya. Nantinya, juara di masing-masing zona wilayah dan peserta runner-up terbaik akan tampil di babak grand final, 28-29 November 2018 di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah.

Dalam jumpa pers di Gedung Pers, Jalan Trilomba Juang, Semarang, Kamis (21/11), hadir pula legenda bulutangkis Indonesia yang juga wakil Bakti Olahraga Djarum Foundation, Ivana Lie mengaku senang bisa bertemu kembali dengan teman-teman media. Menurutnya, tanpa dukungan media sepertinya cukup sulit menemukan atlet berbakat.

“Bertemu teman-teman wartawan bagi saya seperti nostalgia. Waktu masih jadi atlet sudah biasa berhadapan dan bertemu wartawan, seperti bertemu teman lama bagi saya. Berita positif yang dikeluarkan media tentang dunia olahraga, tentang kebanggaan, juga tentang semangat ke seluruh penjuru tanah air, itu dibaca dan dilihat oleh anak-anak dan akhirnya termotivasi menjadi atlet,” ujar pemain yang pernah berjaya di tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran ini.

Ivana mengatakan kegiatan ini adalah bagian komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk terus mendukung event ini. Bagaimanapun, media adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan prestasi bulutangkis Indonesia.

Tahun ini majalah Prosekutor hanya mengirimkan satu wakilnya Solikun yang berpasangan dengan Franky di kelompok 45 tahun ke atas. Meski dua tahun lalu lewat pasangan Muh Setiono/Franky mampu menjadi juara di kelompok 36-45 tahun dan runner up grand final di Kudus.muh/fabi-MP1

Leave a Comment