Kenalkan Hukum Ke Pelajar, Santri Hingga Anak Jalanan

PASURUAN – Untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya hukum dan mencegah agar terhindar dari kasus hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan terus berinovasi melakukan sosialisasi ke pelajar, santri hingga anak jalanan (anjal).

Kajari Kabupaten Pasuruan, Moh. Noor mengatakan, sosialisasi sudah mulai dilaksanakan sejak awal tahun 2018 hingga sekarang. Bahkan, Koprs Adhyaksa sudah melakukan sejumlah kegiatan, diantaranya Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Jaksa Masuk Pesantren (JMP), termasuk giat Stop Anak Berhadapan Hukum (ABH) dengan sasaran anak jalanan yang terjaring razia.

“Kita ingin melakukan pendekatan sedini mungkin kepada anak-anak, supaya mereka tidak kaget atau bahkan takut dengan nama kejaksaan. Kita kenalkan apa itu hukum dan apa resiko yang akan dihadapi kalau melanggar hukum,” kata Noor, di sela-sela kesibukannya, Kamis (18/10).

Saat ditanya pendekatan model apa, Noor menegaskan, Kejaksaan memiliki konsep sosialisasi dengan merangkul anak -anak jalanan. Selama kegiatan, dia dan seluruh stafnya memberikan pemahaman hukum ke anak jalanan, khususnya pemahaman agar anak jalanan tidak melakukan tindakan kriminal, seperti mencuri, mengkonsumsi Narkoba, berkelahi, melakukan seks bebas dan hal lain yang melanggar hukum.

“Kita juga menasehati agar anak-anak jalanan tidak terus hidup di jalan, karena selain mengganggu ketertiban, resiko hidup di jalan sangatlah besar. Itulah permasalahan yang harus kita selesaikan bersama-sama,” jelasnya.

Noor sendiri mengaku prihatin setelah mengetahui yang diberi sosialisasi tentang hukum ini masih berusia di bawah 12 tahun alias masih belia. Itu berarti, banyak factor yang menyebabkan masih berkeliarannya anak-anak tersebut, mulai dari cara pengasuhan orang tua, lingkungan dan penyebab lainnya.

“Bahkan masih ada yang sembilan tahun dan sudah biasa dijaring polisi berulang kali. Saya berharap anak – anak bisa mengubah pola hidupnya dan menjadi taat akan hukum,” ungkap mantan Kajari Tomohon ini kepada PROSEKUTOR.

ANAK JALANAN

Inovasi yang dikomandani Kajari M Noor tersebut untuk mengenalkan hukum dan mencegah anak untuk tidak berhadapan dengan hukum terus dikembangkan, di antaranya dengan merangkul anak jalanan untuk diajak mengenal dan mengerti hukum.

Bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, giat interaksi dengan anak jalanan itu dilakukan.

Bertempat di kawasan Tamandayu, Pandaan beberapa waktu lalu, sebanyak 17 anak jalanan yang sudah dalam naungan Dinas Sosial diajak untuk memahami pentingnya hukum. Mereka yang berusia 9 hingga 17 tahun itu didekati, diajak bermain sekaligus diberikan masukan tentang menghindari masalah hukum.

Moh. Noor HK, SH, MH didampingi sejumlah Kasi turun langsung melakukan interaksi. Hal mendasar yang disampaikan Kajari adalah memberikan pemahaman agar anak jalanan tidak melakukan tindakan kriminal, seperti mencuri, mengkonsumsi Narkoba, berkelahi, melakukan seks bebas dan hal lain yang melanggar hukum.

Kajari juga menasehati agar anak-anak jalanan tidak terus hidup di jalan, karena selain mengganggu ketertiban, resiko hidup di jalan sangatlah besar.

Keprihatinan muncul dari Kajari termasuk semua yang hadir tatkala ada anak jalanan usia 9 tahun yang menurut Satpol PP sudah tiga kali ditangkap. Anak itu bernama Andika. Si kecil yang humoris dan tak terlihat takut meski kena jaring operasi ini mengaku bekerja sebagai pengamen yang hasilnya ia berikan kepada ayahnya. Baginya jalanan lebih nyaman daripada rumahnya.

“Disitu saya sangat tersentuh. Saya kasihan sama dia. Saya sampaikan ke dia, jangan kembali lagi ke jalanan,” tambah dia.

Giat sosialisasi ABH sangat berkesan. Ada banyak cerita yang didapat para jaksa. Kerasnya hidup di jalan sangat terasa, termasuk gesekan antar anak jalanan hingga memicu perkelahian baik laki-laki maupun perempuan.

“Sebelumnya ada yang suka berkelahi, mereka saya minta untuk saling memaafkan. Meski berat akhirnya mereka berjanji untuk tidak berkelahi lagi. Mereka berjanji akan memperbaiki diri. Semoga ini memberikan dampak positif. Kadang saya juga miris melihat anak-anak kecil yang terjerat kasus hukum karena mereka kurang pembekalan pengetahuan tentang hukum,” tutupnya.

Giat yang dimulai pukul 10.00 WIB itu berakhir bahagia. Saat acara usai pukul 12. 30 WIB, mereka tertawa gembira. Tak ada duka ketika diajak naik mobil Satpol PP dan kembali ke Dinas Sosial. kie/deta/ist-MP1

Leave a Comment