Ajak Anak Peduli Hukum, Kejari Kab Pasuruan Launching Stop ABH

  PASURUAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan meluncurkan program Stop Anak Berhadapan Hukum (ABH), di GOR Sasana Kridha Anoraga Raci Kabupaten Pasuruan, dihadiri sekitar 3000 peserta siswa-siswi, guru, anak jalanan se Kabupaten Pasuruan, serta instansi terkait, Rabu (31/10).

Dalam sambutannya, Kepala Kejari (Kajari) Kabupaten Pasuruan, H. Muh. Noor HK, SH, MH, mengatakan launching Stop ABH ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dari sejumlah kegiatan lain yang sudah dilakukan oleh Kejari Kabupaten Pasuruan sebelumnya.

Disebutkan Kajari, beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan, di antaranya Jaksa Menyapa yang disampaikan melalui salah satu stasiun radio, Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Jaksa Masuk Pesantren (JMP), dan sebagainya.

Untuk program Stop ABH ini, Kejari Kabupaten Pasuruan telah mengawali dengan berbagai kegiatan, seperti sosialisasi hukum kepada anak, pendekatan dengan anak jalanan, serta melakukan giat lomba-lomba yang melibatkan anak.

“Adapun sasaran yang akan dilakukan program STOP ABH yaitu siswa siswi ditingkatan SD, SMP, SMA sederajat, santri pondok pesantren, masyarakat dan kelompok kelompok anak jalanan,” jelas M Noor.

Selain itu, tambah pria yang akrab dipanggil Noor ini juga memiliki visi untuk mewujudkan insan sadar, taat hukum, kepribadian luhur dan bermartabat.

“Misinya adalah mengenalkan hukum kepada anak, membangun komitmen bersama lembaga pendidikan, elemen masyarakat dan kelompok-kelompok pembinaan anak melalui sosialisasi STOP ABH. Srelain itu juga untuk mencegah dan melindungi anak dari tindakan yang melanggar hukum.”

Acara yang dilakukan Kejari Kabupaten Pasuruan bekerjasama dengan Dinas pendidikan dan Kementrian Agama Kabupaten Pasuruan ini diharapkan mampu meminimalisir anak berurusan dengan hukum.

“Hal mendasar yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah memberikan pemahaman agar anak tidak melakukan tindakan kriminal, seperti mencuri, mengonsumsi narkoba, berkelahi, melakukan seks bebas dan hal lain yang melanggar hukum,” jelasnya.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Kejari Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, ini inovasi yang luar biasa.

Irsyad menuturkan sangat menggantungkan nasib anak-anak Pasuruan melalui program ini. Artinya, program ini diharapkan bisa membawa anak-anak Pasuruan lebih paham dengan hukum.

“Kami berharap program ini bisa bersinergi dengan program kami. Harapannya, anak-anak Pasuruan tidak terjerat kasus hukum karena mereka memahami hukum sejak dini. Apa saja yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan,” tandas Irsyad Yusuf.

PILOT PROJECT

Peluncuran yang dibuka oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Dr Sunarta SH.MH dengan didampingi Kajari Kab. Pasuruan dan Forkompimda Kab. Pasuruan ini, menampilkan berbagai kesenian yang melibatkan anak . Di antaramya, penampilan Pasuruan Gemuyuh, kemudian atraksi musik dari siswi binaan Kejari kab Pasuruan, penampilan pemenang lomba pengucapan Tri Krama Adhyaksa, anak berpidato bahasa arab berkolaborasi dengan pidato bahasa Indonesia serta penampilan tari sufi.

Dr Sunarta menuturkan bahwa kegiatan kali pertama itu disebut sebagai inovasi dari korps Adhiyaksa untuk menjauhkan anak dari masalah hukum. Sunarta mengapresiasi kinerja Kejari Bangil yang mampu bersinergi dalam hal menjauhkan anak dalam kasus hukum.

“Kegiatan STOP ABH ini akan segera dilaporkan kepada Jaksa Agung RI karena  dinilai kegiatan merupakan pertama di Indonesia. Berkat inisiasi dengan ide brilian dari kejari Pasuruan. Semoga menjadi contoh untuk kejari-kejari lain di Jawa Timur dan semoga bisa menjadi pilot projet untuk kejaksaan RI.”

Kajati juga merasa bangga dan terharu melihat anak yg tampil diatas panggung dapat menghapal Tri krama Adhyaksa, Mars Adhyaksa , serta Mars IAD. “Saya baru pertama kali ini mendengar Lagu Mars Stop ABH yang dinyanyikan anak- anak dari kab Pasuruan yang ternyata merupakan ciptaan kejaksaan Negeri Kab Pasuruan ini sungguh luar biasa. Nanti lagu itu coba kami patenkan untuk menjadi lagu resmi stop ABH,” tutur dia.

Acara launching yang juga dihadiri Bupati kab Pasuruan Irsyad Yusuf, Wakil Bupati Mujib Imron, Ketua PN Bangil, Ketua Pengadilan Agama, Dandim Pasuruan, Kapolres kota pasuruan , Kapolres kab Pasuruan, Kepala sekolah SMP, SMA se derajat se kabupaten Pasuruan, Kepala Bea Cukai kab Pasuruan, Kepala Kementrian Agama kab Pasuruan dan Kepala OPD se-Kab. Pasuruan ini dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti untuk pidana umum dan pidana khusus.franky-MP1

 

 

 

 

Leave a Comment