Filosofi Elang Untuk Perubahan Kejaksaan

JAKARTA – Perubahan suatu lembaga pemerintahan berkaitan erat dengan membangun persepsi kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.
Oleh karena itu, setiap gerakan perubahan sudah semestinya disosialisasikan kepada publik, sehingga publik mengetahui dan memberikam apresiasinya.
Setiap gerakan perubahan tanpa diiringi manajemen media yang handal biasanya akan gagal dalam meraih simpati, apresiasi dan kepercayaan publik.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Jaksa Agung RI, Dr.Arminsyah pada saat memberikan sambutan pada kegiatan Evaluasi Zona Integritas Unit Kerja di Lingkungan Kejaksaan R.I. Tahun 2018 yang dihadiri juga oleh Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PAN RB, Muhammad Yusuf Ateh, Ak., MBA yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Jum’at, (16/11) kemarin.
Berdasarkan hasil reviutim Kementerian PAN RB, dari 26 Satuan Kerja yang diusulkan oleh Kejaksaan Agung RI  dihasilkan 13 satuan kerja yang lolos untuk mengikuti evaluasi tahap akhir oleh Tim Evaluasi Kementerian PAN RB.
Adapun 13 (tigabelas) satuan kerja dimaksud adalah Jaksa Agung Muda BidangTindak Pidana Khusus, Badan Diklat Kejaksaan RI, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kejaksaan Negeri Deli Serdang, Kejaksaan Negeri Surabaya, Kejaksaan Negeri Bantul, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kejaksaan Negeri Gianyar, Kejaksaan Negeri Situbondo, Kejaksaan Negeri Belitung, Kejaksaan Negeri Tanah Datar, Kejaksaan Negeri Lampung Utara dan Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah.
“Perubahan dalam lembaga Kejaksaan Republik Indonesia adalah suatu keniscayaan asalkan terbangunnya komitmen perubahan yang kuat seiring dengan gerakan perubahan yang masif. Baik merubah orang sebagai pelaku kerja maupun merubah sistem sebagai pedoman dalam melakukan suatu pekerjaan.Tiada keberhasilan tanpa kerjakeras, dan tiada sesuatu pun yang tidak bisa berubah, batu sekeras apapun akan berlubang apabila terus menerus tertetesi air,” kata Wakil Jaksa Agung  Dr.Arminsyah dalam siaran persnya melalui Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung.
“Demikian juga dengan lembaga Kejaksaan Republik Indonesia akan berubah dan terus berubah seiring dengan perkembangan jaman menuju lembaga Kejaksaan Republik Indonesia yang lebih baik,” jelas Arminsyah.
Lebih lanjut dirinya mencontohkan tentang filosofi burung elang sebagai salah satu mahluk ciptaan Tuhan, bagaimana elang melakukan perubahan yang keras untuk mempertahankan kehidupannya, yaitu pada saat elang berusia 40 tahun, paruh dan cakarnya menjadi beban berat untuk terbang.
Elang dihadapkan hanya pada dua pilihan, yaitu mati atau melakukan perubahan yang menyakitkan. Pilihan yang paling tepat untuk bertahan hidup adalah proses dimana elang harus terbang ke puncak gunung untuk memukulkan paruh dan cakarnya guna menumbuhkan paruh dan cakar baru, setelah itu merontokkan bulu sayapnya. Hingga setelah 150 hari berlalu, elang terlahir kembali dengan kemampuan terbang untuk hidup 30 tahun lagi.
“Filosofi elang tersebut hendak mengajarkan kepada kita bahwa untuk dapat bertahan hidup, kita harus berani melakukan proses perubahan dengan cara mengenali beban diri yang menghambat kegesitan dalam menjalani kehidupan. Setelah itu buanglah kenangan, kebiasaan, dan semua tradisi kerja lama kita. Dari contoh tersebut dapatlah diambil pelajaran, bahwa dalam gerakan perubahan diperlukan kemasan publikasi yang dapat menyentuh publik, karena pada akhirnya publik lah yang akan menilai seberapa berhasil perubahan yang kitalakukan,” jelas Wakil Jaksa Agung.
Arminsyah berharap pagar pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM yang dilakukan, janganlah bersifat ceremonial semata, namun hendaknya pembangunan ini adalah pembangunan substantif.
“Selain itu, janganlah pembangunan ini semata-mata hanya menjadi komitmen pimpinan unit kerja, akan tetapi pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM merupakan kehendak bersama dari level pimpinan sampai level honorer maupun cleaning service yang berada pada suatu unit kerja tersebut.”
Mengakhiri pengarahannya, Arminsyah berharap satuan kerja zona integritas WBK dan WBBM dapat sungguh-sungguh mengemban amanah institusi, sebagai agen perubahan menuju Kejaksaan Republik Indonesia yang lebih baik.
“Jadilah pioner-pioner Kejaksaan yang mendedikasikan diri dan jabatan untuk perubahan Kejaksaan Republik Indonesia yang lebih baik menuju kesejahteraan dan kepercayaan publik.”muzer/franky-MP1

Leave a Comment