PB Arista Komitmen Cetak Prestasi

SEMARANG – Upaya mencetak para atlet bulutangkis yang berprestasi, bukan hanya dimiliki klub-klub top penghasil pemain kelas dunia seperti PB Djarum, PB Jaya Raya, atau PB Exist, namun menjadi impian semua klub bulutangkis di tanah air kita. Salah satunya PB Arista Semarang.

Adalah Setyo Purwanto, penggila olah raga tepok bulu yang berjuang mewujudkan komitmennya untuk mengharumkan nama Indonesia dalam kancah olahraga dunia. Gayung bersambut saat dirinya bertemu dengan Supriyadi yang sama-sama menyukai olahraga ini sehingga 14 Pebruari 2017, resmilah berdiri PB Arista Semarang yang memiliki homebase di GOR Arista Babadan, Kabupaten Semarang.

Meski baru seumur jagung, PB Arista ternyata telah mampu menorehkan banyak prestasi di berbagai kejuaraan. Seperti dalam Kejuaraan Walikota Cup ke 45 yang baru saja usai, anak asuh Setyo Purwanto, Iwang dan Novi ini mampu menyabet banyak gelar mulai dari juara tunggal remaja putri (Azahra Asri), juara ganda mix remaja (Azahra Asri) dan juara ganda pemula putri (Katie Cahaya Krismas Y). Selain itu juga mengantongi gelar runner up untuk nomer tunggal dini putri utama (Clarissa), serta tunggal anak putri madya (Chantika). Selain itu juga meraih juara 3 untuk nomer tunggal anak putri utama (Renata Hapsari), dan tunggal anak utama (Raul Al Bukhory).

Tak hanya berjaya di Walikota Cup 2018, PB Arista juga mengukir prestasi di berbagai kejuaraan mulai dari Liga USM se Jawa Bali, Muria Kudus Open, USM Open Nasional dan USM Flypower Cup. “Salah satu atlet kami Azahra juga berhasil menjadi yang terbaik di Porwakos serta urutan ketiga di Porsimaptar 2017 lalu,” ungkap Purwanto yang juga berhasil menjadi juara ganda veteran Muria Kudus Open 2018 belum lama ini.

Dalam membentuk prestasi anak asuhnya, Purwanto bersama pelatih lainnya tak cuma menekankan skill perseorangan maupun fisik, namun juga menekankan arti kebersamaan dalam sportifitas olahraga. “Kebersamaan itu perlu agar anak-anak memiliki semangat satu korps yang mengedepankan sportifitas. Contoh sederhananya adalah saat bertanding meski berteriak namun tidak menghina lawan tanding. Ini perlu sebab aturan pertandingan bulutangkis makin ketat dan anak-anak harus dibiasakan sejak usia dini.”

Memiliki jadwal latihan yang padat setiap Senin, Rabu, Jumat di GOR Waikiki dan Selasa, Sabtu serta Minggu di GOR Arista Babadan, membuat anak-anak asuh yang mayoritas berusia dini dan anak itu terbiasa berlatih dalam kedisiplinan namun kental dalam semangat kekeluargaan. “Belum lama lalu kami juga mengadakan outbond sekaligus berlatih di alam. Ini selain makin memunculkan potensi masing-masing anak juga menghilangkan kejenuhan berlatih.”

Meski telah mulai diperhitungkan klub-klub senior lainnya, khususnya di kota Semarang, semua itu belum membuat Setyo Purwanto puas. Sebab, dia justru makin tertantang untuk mencetak pemain berkualitas. “Yang saya harapkan mencetak juara-juara memang sudah terwujud. Namun saya masih merasa kurang, merasa kurang karena belum mencetak pemain yang bagus dan berprestasi nasional. Tidak cuma satu, terus dan terus biar regenerasi berjalan,” jelas pria yang juga dikenal sebagai aparat penegak hukum itu.

“Masih banyak yang harus kami lakukan. Semangat kami mewujudkan cita-cita ini, bagaimanapun bermuara pada PB Arista harus bisa membawa harum nama baik Indonesia dalam olahraga bulu tangkis dunia,” tegas pria yang akrab dipanggil pak Pur ini. fabi/msetiono-MP3

Leave a Comment