Penanganan Perkara Jangan Menciderai Rasa Keadilan Masyarakat

SURABAYA – Bahwa alih tugas jabatan atau tour of duty dan alih wilayah penugasan atau tour of area merupakan suatu kegiatan yang biasa dilakukan dalam suatu organisasi seperti kejaksaan. Semuanya sudah melalui pertimbangan berdasarkan track record serta penilaian seobyektif mungkin dan bukan karena ada unsur like ataupun dislike.

Demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Dr. Sunarta, SH, MH saat melantik tiga Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) baru serta pelepasan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim yang telah memasuki masa fungsionalnya di Aula Kejati Jatim Lantai 8, Kamis (11/10).
Pejabat yang dilantik Abd Qohar AF, SH, MH menggantikan Nasril, SH, MH sebagai Kajari Kabupaten Malang di Kepanjen.
Kemudian Muhammad Kandi, SH, MH yang sebelumnya menjabat Kajari Sambas sebagai Kajari Lumajang menggantikan Teuku Muzahar, SH, MH. Serta Rudi Hartono, SH, MH menjadi Kajari Kabupaten Mojokerto.
Selain itu Sunarta juga meminta kepada seluruh jajaran kejaksaan di wilayah Jawa Timur untuk terus meningkatkan profesionalitas, integritas moral, serta kedisiplinan yang tinggi.
“Setiap penanganan perkara hendaknya dilakukan secara profesional dan proporsional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”
Mantan Kajati NTT ini menegaskan agar jangan sampai menciderai rasa keadilan masyarakat lewat sikap arogansi seorang aparat penegak hukum.
“Apalagi sampai melakukan komersialisasi jabatan jaksa. Bekerjalah dengan selalu menjalin kerjasama yang baik sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing.”franky-MP1

Leave a Comment