Kaban Diklat Tutup Diklat Terpadu dan Datun

JAKARTA – Kepala Badan Diklat ( Kaban Diklat ) Kejaksaan RI Setia Untung Arimuladi saat memimpin upacara penutupan Diklat Perdata dan Tata Usaha Negara, Diklat Terpadu  Kebakaran Hutan dan Lahan angkatan III dan Diklat Terpadu Mineral dan Batubara angkatan II di Aula Sasana Adhy Karyya, Badiklat Kejaksaan RI, Jakarta, Rabu (26/9) berharap agar setelah usai Diklat, peserta mampu menyamakan persepsi di antara aparat penegak hukum baik Jaksa, hakim dan penyidik Polri serta penyidik PPNS (Criminal Justice System) serta penanganan perkara tindak pidana kebakaran hutan yang bersertifikasi.

Hal ini perlu dijelaskan karena banyaknya pertanyaan yang menanyakan hal tersebut. “Dapat saudara gunakan dalam penangnan perkara kebakaran hutan dan lahan,” kata Kaban Diklat.

Lebih lanjut Kaban Diklat menegaskan, Diklat Terpadu Mineral dan Batubara juga mempunyai persepsi yang sama dalam penanganan perkara pidana Mineral dan Batubara.

Diklat Terpadu ini adalah keinginan dari Bapenas tujuannya untuk menyamakan persepsi Aparat Penegak Hukum, karena masih banyak instansi yang belum paham akan pentingnya keterpaduan ini guna berkoordinasi dalam penanganan perkara.

Sebagai pembekalannya Badiklat telah memberikan pelajaran hal-hal  terkait Peraturan Perundang-Undangan, Penyidikan tindak pidana pertambangan, pra penuntutan dan Penuntutan, pertanggung jawaban Korporasi dan studi kasus tindak pidana Minerba.

Sedangkan  Diklat Datun lanjut Untung, bertujuan untuk dapat mampu menangani kasus-kasus Perdata dan Tata Usaha Negara khususnya non litigasi.

“Selama  dua minggu saudara telah mempelajarai pertimbangan hukum, pendapat hukum, pendampingan hukum, legal audit, mediasi dan negosiasi serta studi kasus perkara Perdata dan Tata  Usaha Negara,” pungkas Untung.zer/franky-MP1

Leave a Comment