Nasabah Korban KSP Jateng Mandiri, Apresiasi Kinerja Kepolisian

SEMARANG – Para nasabah yang merupakan anggota dan pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jateng Mandiri, mendatangi Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng di Jl Sukun Raya Banyumanik Semarang. Mereka menyatakan terima kasih dan penghargaan kepada Kombes Muhammad Hendra Suhartiyono.
Direktur Kriminal Khusus Polda Jateng tersebut dinilai bekerja cepat dan profesional dalam menangani perkara tindak pidana penggelapan dana Rp328 miliar milik 1.200 nasabah KSP Jateng Mandiri yang dilakukan eks Ketua koperasi tersebut, Halim Susanto (HS).

“Kami sangat berterima kasih dan memberi apresiasi setinggi-tingginya atas kerja beliau dan anak buahnya yang sangat cepat dan profesional dalam menangani perkara ini,” ujar salah satu korban yang juga pengawas koperasi, Mulyono kepada wartawan, Sabtu (22/9).

Mulyono yang datang bersama enam korban lainnya mengatakan, semula mereka sudah putus asa kasus ini tak dapat diungkap karena macet selama dua tahun. Mereka pesimistis kasus tersebut tak berlanjut ke pengadilan karena posisi HS yang dinilai “orang kuat” dan “kebal hukum”. Terbukti kasus itu dilaporkan dua tahun silam, namun tak kunjung diusut.

” Kami sudah putus asa, namun begitu beliau (Kombes Hendra) menjabat empat bulan lalu, kasus ini dibuka lagi dan diproses dengan sangat cepat, hingga kasusnya sampai ke pengadilan,” ujarnya.

Tim penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng menetapkan dan menahan tersangka HS pada 24 Agustus 2018 lalu, kemudian berkas perkaranya dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke kejaksaan pada 3 September 2018. Kombes Hendra Suhartiyono menyatakan terima kasih atas apresiasi para korban. Menurutnya, upaya mengusut tuntas kasus itu sudah menjadi kewajiban polisi.

“Apapun kasusnya, adalah tugas polisi untuk mengusut tuntas tanpa pandang bulu. Jika memenuhi unsur tindak pidana dan bukti-bukti yang mendukung, kasusnya pasti langsung diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Kasus itu saat ini masuk tahap awal persidangan di PN Semarang. Dalam sidang yang digelar Rabu (19/9) lalu, terdakwa Halim Susanto dijerat Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Semarang dengan Undang-undang Perbankan.

Dalam dakwaanya, JPU Kejari Kota Semarang, Kurnia mengatakan, Halim Susanto selaku Ketua KSP Jateng Mandiri telah melakukan tindak pidana. Halim pada Maret 2011 sampai dengan Mei 2016 menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari pimpinan Bank Indonesia, yaitu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) Undang-Undang (UU) nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan.

“Dalam pasal tersebut, dinyatakan setiap pihak yang melakukan kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan wajib terlebih dahulu memperoleh izin usaha sebagai bank umum atau bank perkreditan rakyat dari pimpinan bank Indonesia,” kata Jaksa Kurnia. m.setiono/8779

Leave a Comment