Oknum TNI Diduga Tipu Wartawati

SALATIGA – Berhai-hatilah dalam memilih calon pendamping hidup, agar tidak menjadi korban. Seperti yang dialami oleh seorang wartawati sebuah surat kabar di Jawa Tengah, sebut saja Nena. Ia  diduga menjadi korban penipuan oknum TNI AD yang bertugas sebagai Babinsa di Koramil Tempuran 22, Kodim 0705 Magelang, bernama Serka YWW(35).

Korban mengaku telah mengalami kerugian materi sebesar kurang lebih Rp 90 juta. Selain itu, korban dan keluarga besarnya juga harus menanggung malu lantaran agenda pernikahan yang harusnya digelar bulan Agustus 2018 ini, praktis gagal dilaksanakan.

“Modus yang digunakan pelaku yang merupakan oknum aparat negara, adalah memacari korban dengan “iming-iming” menikah. Hal ini sudah merupakan penipuan karena korban bukan hanya klien kami, tapi ada beberapa wanita lain,” terang  Pengacara Pelapor, Suroso “Ucok” Kuncoro, SH, MH dari LAW OFFICE FAST & ASSOCIATES dalam jumpa pers di Media Centre Pemkot Salatiga hari ini (7/7).

Parahnya lagi, kuat dugaan apa yang dilakukan Serka YWW ini diketahui  bahkan dibiarkan oleh istri pelaku, berinisila Em  warga Pule RT 01 RW VII, Danurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Tak terima ulah oknum TNI ini, korban dan keluarga besarnya sepakat melaporkan pelaku ke Sub Denpom IV/2/1 Magelang,  26 Juni 2018 lalu. “Sebelumnya, klien kami sempat dilaporkan ke POM IV/3 Salatiga tanggal 13 Mei 2018. Namun lantaran locus delicti-nya banyak di Magelang, penanganan kasus ini kini ditangani Sub Denpom Magelang,” lanjut Ucok.

Kasus ini kini dalam penanganan dan telah memeriksa saksi korban serta sejumlah saksi lainnya. Sebagai informasi, terlapor Serka YWW kini menjalani kursus atau pendidikan Intel di Rindam IV/Diponegoro, berlokasi di Magelang hingga Agustus 2018 mendatang.

Kepada wartawan, Jumat (6/7) korban Nena melalui Kuasa Hukumnya, mengungkapkan kronologis penipuan tersebut menyebabkan kerugian materi kliennya.

Ihwal kedekatan antara korban NN dengan Serka YWW diawal saat terlapor meminta bantuan hukum terkait penyelesaian kasus asuransi almarhum suami dari kakak kandungnya pelaku bernama Sri Rahayu.

Diawal hubungan perkenalan itu, pelaku mengenalkan diri dengan status bujang. Bahkan, korban pun sudah sangat dekat dengan keluarga pelaku.

“Pelaku ini meminta bantuan korban NN, karena menilai klain kami memiliki wawasan luas dengan jaringan yang dianggap dapat menyelesaikan persoalan asuransi almarhum suami kakaknya. Kejadiannya di awal tahun 2017,” kata Suroso Ucok Kuncoro, di Ruang Presroom Pemkot Salatiga, Jumat (6/7).

Karena kedekatan itu, berjalannya waktu pelaku menyatakan suka dengan korban untuk menjalin hubungan lebih serius ke arah pernikahan. Hubungan keduanya pun disambut gembira kedua keluarga.

Diawal hubungan, pelaku Serka Yudha Wahyu Windarto mulai berani meminjam uang untuk menebus sertifikat rumah ortunya yang ia gadaikan lantaran pada saat sebelum kenal NN memiliki usaha oli yang bangkrut.

“Awal bulan Juni 2017, pelaku Serka YWW ini sudah mulai berani pinjam uang untuk menebus sertifikat rumah orangtuanya di BPR Mulyo Lumintu, Muntilan, Magelang. Pengambilan disepakati di BPR kawasan tanggal 15 Juli 2017 senilai Rp 30.793.600,” ungkap Ucok.

Penipuan pelaku ini sedikit demi sedikit dibongkar korban sendiri selama kurun waktu setelah enam bulan berjalan. Ibarat pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat pasti jatuh juga.

Tanggal 24 Juli 2017, selepas korban sholat tahajud pukul 03.00 WIB korban menemukan sebuah foto bayi di sebuah kamar di  rumah ortu Yudha, kawasan Cepit, RT 001 RW 001, Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang.

“Foto itu tertera nama pelaku Serka YWW serta seorang wanita, Em yang diketahui adalah istri pelaku.  Tentunya, klain saya terkejut dengan dua nama tersebut dan syok berat. Sampai akhirnya, Nena minta kejelasan dari keluarga besar Serka Yudha termasuk pelaku sendiri,” ujarnya.

Dari pengakuan pelaku, ia membenarkan jika selama ini membohongi korban terkait statusnya. Alasannya, kalau ia jujur menyebut telah menikah dan memiliki anak satu dikhawatirkan, korban Nena,tidak akan menerima dirinya sebagai kekasih.

Saat menjelaskan itu, pelaku menyebut alasan pernikahannya diambang perceraian.

“Mengakunya telah mengajukan surat gugatan cerai ke kedinasan lantaran istrinya yang diduga berprofesi sebagai SPG rokok sempat dibawa kabur laki-laki selama enam bulan ke Palembang. Selian itu, pelaku mengaku sudah menalak sang istri dari tahun 2014 serta sudah pisah ranjang,” sebut Ucok.

Dengan dalih itu, pelaku berupaya meyakinkan korban. Sampai akhirnya, korban memberi kesempatan kepada pelaku untuk melanjutkan hubungan dengan syarat secepatnya menuntaskan perceraiannya secara kedinasan. Selian itu, ortu pelaku yang memang menginginkan Nena menjadi menantunya.

“Jadi, klien kami ini sudah dikenalkan ke istri pelaku sebagai calon istrinya. Saat itu, istri Serka Yudha mengaku telah mendapat cerita siapa jati diri NN. Hingga akhirnya, Nena tidak merasa khawatir menjalin hubungan dengan palaku,” paparnya.

Ucok menekankan bahwa, pihaknya akan terus mengawal kasus ini bersama pihak-pihak terkait. “Kami pun akan menyurati Pangdam IV / Diponegoro hingga Panglima TNI,” tegasnya.MP2-kie

Leave a Comment