Sunarta Dilantik Menjadi Kajati Jatim

JAKARTA – Gerbong mutasi di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia bergulir setelah Jaksa Agung M Prasetyo melantik delapan pejabat eselon II, Rabu (30/5) di Sasana Baharuddin Lopa, Kejaksaan Agung RI.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-078/A/JA/04/2018 tentang Pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan struktur di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.

Mereka yang dilantik Dr Sunarta, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kajati Nusa Tenggara Timur (NTT) dipercaya memimpin Kejati Jawa Timur. Posisi Kajati NTT akan ditempati Febrie Adriansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Kursi Wakil Kepala Kejati DKI Jakarta yang ditinggalkan Febrie, akan diisi oleh Mudim Aristo, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kajati Kalimantan Selatan.

Jabatan Kepala Kejati Yogyakarta yang sebelumnya kosong karena Sri Harjati P memasuki masa fungsional, digantikan Erbagtyo Rohan-yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan. Erbagtyo sebelumnya juga pernah bertugas sebagai Asintel Kejati DIY beberapa waktu silam.

Sementara itu Diah Srikanti yang sebelumnya Kajati Sumbar, dipercaya sebagai Kepala Pusat Pemulihan Asset pada Jambin menggantikan Andi Herman.

Penggantinya sebagai Kajati Sumbar dipercayakan pada Priyanto yang sebelumnya adalah Wakil Kajati Jawa Tengah.

Kajati Bali juga berganti setelah Jaya Kesuma bertukar posisi dengan Amir Yanto yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Perencanaan pada Jambin.

“Bahwa mutasi adalah wujud kepercayaan pimpinan, karenanya harus dilaksanakan sebagai sebuah amanah yang harus dijawab dengan kinerja yang cepat, cerdas dan cekatan,” pinta Jaksa Agung dalam sambutannya.

Lebih lanjut Jaksa Agung mengatakan bahwa revolusi industri generasi keempat telah bergulir dan gaungnya semakin nyaring terdengar di Indonesia.

Revolusi industri generasi 4.0, menurut Prasetyo sarat dengan teknologi informasi yang telah mengubah inovasi-inovasi sebelumnya.

“Ini telah mengubah landscape banyak tatanan yang dulu belum tersentuh teknologi. Ledakan yang cepat dan kompleks membutuhkan SDM yang juga mampu bekerja cepat dan penuh inovasi baru.”

Karenanya, tambah Jaksa Agung, di Kejaksaan dibutuhkan aparat penegak hukum yg cepat tanggap dan bersinergi dengan kemajuan tersebut. Keberanian membuat terobosan yg belum pernah dilakukan sebelumnya sangat dibutuhkan masyarakat.

“Proses mutasi ini juga salah satu wujud dari kinerja aparat penegak hukum Kejaksaan untuk mampu menjawab tantangan tersebut melalui kinerja yang bersinergi dengan dinamika perkembangan. Hal itu sebagai jawaban kebutuhan masyarakat terhadap penegakan hukum yang bersih dan bermakna. Selain itu agar terjadi regulasi pemikiran guna menunjang terjadinya revolusi industri geberasi 4.0,” ujar Jaksa Agung.

Sunarta yang ditemui usai pelantikan menuturkan bahwa kepercayaan pimpinan membuatnya tak ragu untuk bekerja dengan cepat dan cerdas dalam memimpin Kejati Jatim.

“Selain itu saya juga akan melaksanakan kinerja Kejaksaan yang benar dalam TP4D sesuai arahan Jaksa Agung dalam sambutannya tadi,” tegas jaksa tinggi yang mencuat namanya sejak menjadi Ketua Tim Pelaksana Hukuman Mati beberapa waktu lalu.franky-MP1

Leave a Comment