Sunarta Dipercaya Pimpin Kejati Jawa Timur

JAKARTA – Dr. Sunarta, SH, MH kembali mendapatkan kepercayaan dari Jaksa Agung, HM. Prasetyo untuk menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur.

Kepercayaan yang diberikan kepada Kajati NTT ini berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung, HM. Prasetyo, Nomor : Kep – 078/JA/04/2018, tertanggal 26 April 2018.

Dari berbagai informasi yang diperoleh PROSEKUTOR, Sunarta merupakan sosok yang layak dan pantas menjabat sebagai Kajati NTT karena sukses membuat perubahan pada Kejati NTT sehingga kondisi NTT menjadi kondusif.

Pertimbangan lain yakni Dr. Sunarta yang kini menjabat sebagai Kajati NTT mampu memberikan yang terbaik bagi masyarakat NTT sehingga merasa rukun dan damai serta program-program yang ada dapat memberikan manfaat yang baik bagi NTT.

Dan, hal terpenting yang berhasil dilakukan oleh sosok Sunarta yakni mampu menekan angka korupsi di NTT. Hal ini merupakan poin penting bagi para petinggi sehingga lebih memilih Dr. Sunarta untuk menjadi Kajati Jawa Timur. Sementara pengganti Sunarta telah ditunjuk Febrie Adriansyah, SH, MH yang sebelumnya menjabat sebagai Wakajati DKI.

Sunarta mulai dikenal banyak kalangan setelah menjadi ketua tim eksekusi mati terpidana kasus narkoba beberapa waktu lalu. Saat itu dirinya masih menjabat sebagai Koordinator pada Jampidum Kerjagung RI.

Pergantian jabatan ini dihadapkan oleh pengusutan sejumlah kasus korupsi besar yang disidik Maruli, salah satunya dugaan korupsi P2SEM. Sebelum hengkang dari posisinya sebagai Kajati Jatim, Maruli menandatangani surat perintah penyidikan kasus dana hibah P2SEM.

Hibah P2SEM dikucurkan Pemprov Jatim pada 2008 silam dengan nilai ratusan miliar. Kasus ini tak kunjung tuntas sejak ditangani pada 2009. Padahal, puluhan penerima hibah sudah dipidana dan banyak yang sudah bebas. Saksi kunci sekaligus terpidana kasus ini, dr Bagoes Soetjipto, buron sejak jadi tersangka pada 2010 silam dan baru tertangkap akhir 2017 lalu. Setelah dr Bagoes tertangkap itulah Maruli membuka lagi kasus P2SEM dari penyelidikan ke penyidikan dilakukan di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Beberapa mutasi lainnya Diah Srikanti, SH, MH yang sebelumnya Kajati Sumatera Barat dimutasi menjadi Kepala Pusat Pemulihan Aset pada Jambin Kejagung RI. Penggantinya adalah Wakajati Jawa Tengah Priyanto, SH dan posisi Priyanto selanjutnya diganti Amandra Syah Arwan, SH, MHum yang sebelumnya menjabat Wakjati Riau di Pekanbaru.Dr Mia Amiati SH, MH (Koordinator pada Jamdatun) mendapat promosi menggantikan Amandra.

Kajati Bali yang sebelumnya dijabat Jaya Kesuma SH, MHum digantikan Dr Amir Yanto, SH, MM, MH yang sebelumnya menjabat Kabiro Perencanaan pada Jambin. Sementara Jaya Kesuma bertukar posisi dengan Dr Amiryanto.franky-MP1

Leave a Comment