Kejagung Tangkap DPO Perpajakan

JAKARTA – Tim Intelijen Kejaksaan Agung kembali menangkap dua buronan yang berstatus sebagai terpidana. Penangkapan dilakukan di dua tempat terpisah. Satu di kawasan Cilandak Towns Square, Jakarta dan satunya lagi ditangkap di daerah Surabaya. Buronan yang tertangkap atas nama Cristina Marliana dan Conti Chandra.
“Mereka berdua sudah menjadi DPO sejak dua tahun lalu dan keduanya telah memiliki keputusan hukum tetap,” kata Jamintel Dr.Jan Maringka pada wartawan di Kejaksaan Agung, Rabu (7/2).
Cristina Marliana yang diamankan di perumahan Citraland Surabaya dalam kasus perpajakan.
Sementara itu dalam rangka pelaksanaan program  Tabur 31.1 maka, Kejaksaan Agung mewajibkan 31 Kejaksaan Tinggi di Indonesia setiap bulannya untuk menangkap satu buronan dan ini merupakan rekomendasi pada Rapat Kerja Kejaksaan RI.
“Ini program tangkap buronan (tabur) 31:1 sebagai rekomendasi rapat kerja. Artinya tangkap buronan dari masing-masing Kejati itu dari 31 masing-masing satu buron setiap bulannya,” katanya
Mantan Kajati Sulsel ini menambahkan bahwa dengan adanya program itu diharapkan bisa membantu mempercepat penyelesaian untuk eksekusi pelaku tindak pidana yang melarikan diri.
“Jadi buronan itu bisa masih berstatus tersangka, terdakwa bisa terpidana,” kata penggagas program Jaksa Menyapa ini.
Diharapkan juga tak hanya eksekusi badan saja namun mampu ditelusuri juga aset hasil kejahatan.Terkait jika kejati kesulitan menangkap buronan maka bisa meminta pengamanan ke Kejagung.
“Mengingat selama ini kita sudah memiliki Adhyaksa Monitoring Center (AMC). Kita punya fasilitas,” katanya.
Selain itu, karena sekarang jabatan Wakil Jaksa Agung sudah terisi, diharapkan dapat dihidupkan kembali tim pemburu pelaku tindak pidana beserta aset hasil kejahatan. “Tim itu merupakan bentukan dari Menkopolhukam yg diketuai Waja.”
Dari data PROSEKUTOR, pada bulan Januari 2018, sebanyak 51 buronan sudah ditangkap dan pada awal Februari 2018 sebanyak empat buronan ditangkap.muzer/franky-MP1

Leave a Comment