Sampai Kapan Yanuelva Buron?

Kejati Jateng telah menyebarluaskan putusan Pengadilan Tipikor Semarang atas Direktur CV Enhat, Yanuelva Etliana. Pada 1 November 2012, Yanuelva divonis 15 tahun penjara karena terbukti terlibat korupsi di Bank Jateng Cabang Semarang dan Bank Jateng Unit Syariah Semarang.

Korupsi bermodus utang dengan jaminan dokumen fiktif itu merugikan negara Rp 39 miliar. Atas vonis tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) menerimanya meski proses persidangan digelar tanpa dihadiri terdakwa dan kuasa hukumnya. Yanuelva dinyatakan buron sejak sidang pembuktian tuduhan atas dirinya dimulai.

Pihak Yanuelva tak menyatakan sikap atas putusan tersebut hingga tenggat habis. Artinya, putusan Pengadilan Tipikor Semarang sudah berkekuatan hukum tetap.

“Berdasarkan petunjuk pimpinan, kami tak mengajukan banding. Sebab, putusan pengadilan sudah mengakomodasi  seluruh tuntutan JPU, baik pidana penjara, pidana denda, maupun pidana uang pengganti kerugian negara,” jelas Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jateng Eko Suwarni.

Selain pidana penjara, Yanuelva juga didenda Rp 500 juta setara dengan kurungan enam bulan.

Majelis hakim yang diketuai Jhon Halasan Butarbutar juga menjatuhkan pidana tambahan berupa kewajiban mengganti kerugian negara Rp 39 miliar setara dengan 4,5 tahun penjara.

“Hakim memerintahkan agar putusan itu ditempelkan dalam bentuk pengumuman di kantor pemerintah daerah. Kami akan laksanakan perintah tersebut,” lanjut Eko.

Pihaknya akan menempelkan putusan di instansi yang terkait kasus itu, di antaranya Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, Bank Jateng Semarang, dan Bank Jateng Syariah Semarang serta dinas-dinas lain. Pengumuman tersebut akan sejak Nopember tahun lalu.

Dalam perkara ini Yanuelva dinilai melakukan tindak pidana korupsi bersama beberapa pejabat yang menerbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan Surat Perintah Pekerjaan (SPP) fiktif, serta bersama para analis kredit di Bank Jateng Cabang Koordinator Semarang dan Bank Jateng Unit Syariah Semarang.

Tahun 2011, dengan menjaminkan 24 SPP dan SPMK yang tak bernilai anggaran, Yanuelva berhasil mencairkan kredit Rp 14,35 miliar dari Bank Jateng Cabang Semarang.

Kredit itu hanya kembali sebagian kecil. Rp 13,8 miliar macet. Dari BJS Semarang, Yanuelva mendapat kredit Rp 29,5 miliar dengan modal 27 SPP dan SPMK fiktif.

Seluruh kredit diajukan Yanuelva melalui CV pinjaman. Pada 2010 modus serupa dipakai Yanuelva di BJS Semarang dan berhasil mendapat pinjaman Rp 37,2 miliar, namun macet Rp 25,6 miliar.

Yanuelva Etliana menghilang sejak dinyatakan bebas oleh Majelis Hakim yang diketuai Lilik Nuraini dalam putusan sela di Pengadilan Tipikor Semarang.mar-kie

Leave a Comment