Jampidsus : Satgassus P3TPK Bukan Pencitraan

Terbentuknya Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK) Kejaksaan RI yang dianggap sebagai pencitraan, dibantah dengan tegas oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Widyopramono ketika memberikan pembekalan dan penggemblengan terhadap para anggota Satgassus tersebut di aula Sasana Adhikarya Badan Diklat Kejaksaan RI Jakarta,​ Selasa​ ini (12/1).

Pembekalan dan penggemblengan yang diikuti oleh 100 anggota satgassus​ dan dihadiri pula oleh​ Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Muhammad Salim, Sesjampidsus, Arnold  Angkouw, Sesbandiklat, Joko Soebagyo, para Direktur dan Kasubdit penyidikan pada Jampidsus, Kapusdik​lat M​apim,  Mangihut Sinaga, Kapusdiklat DTF, Hermut serta sejumlah pejabat eselon III di lingkungan Badiklat.

“Saudara-saudara berada di Badan Diklat ini  untuk digladi, dibina dan digodok. Kejaksaan punya 100 jaksa yang tergabung dalam Satgassus,  diharapkan mampu untuk mengukir sejarah hukum Kejaksaan dan untuk menjadikan ikon Kejaksaan,” kata Jampidsus.

Widyo berharap penuh agar sesegera mungkin anggota Satgassus yang dilantik oleh jaksa Agung Prasetyo beberapa waktu lalu ini menuntaskan perkara tindak pidana korupsi sampai tuntas tas.

“Kejaksaan tidak hanya di pusat saja,namun kejaksaan ada di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Ada sebuah pribahasa, Desa Monggo Toto, Negoro Monggo Coro, artinya desa itu ada aturan aturan yang dimengerti, sementara negara ada tara cara dan tata tertib, yaitu hukum  dan aturan aturannya.”​

Widyo juga menyebutkan bahwa satgassus ini adalah ‘pasukan elite’ yang setara dengan milik kepolisian yang biasa disebut Densus 88.

“Bedanya di Kejaksaan sebagai pemburu koruptor, penuntas kasus korupsi yang sulit dan berlarut-larut.”​

Pembentukan Satgassus merupakan bentuk kesungguhan Kejaksaan RI dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Satgassus dibagi menjadi tujuh tim, antara lain tim penuntutan dan tim eksekusi.

Sementara Kepala Badan Diklat Kejaksaan M.Salim, dalam sambutannya mengatakan, bahwa setiap insan adhyaksa yang masuk Badan Diklat dalam rangka pendidikan dan pelatihan dianggap peserta Diklat dan berkewajiban mengikuti aturan yang ada pada Badiklat.

“Saudara masuk Diklat tidak diperkenankan tidur diluar kampus, tidak diperkenankan merokok sembarangan, menjaga kebersihan kamar masing masing dan kita sediakan petugas kebersihan.” kata salim

Salim menambahkan, bagi anggota atau peserta Diklat dipersilahkan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di Badiklat, seperti fitnes, kolam renang, dan tempat olah gara lainnya​.​ franky/muz​er​-kie​

Leave a Comment