Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Saturday, Nov 18th

Last update08:17:21 AM GMT

You are here

 

Profil

Kejaksaan Negeri Kajen : Kekurangan Jaksa Tak Menjadi Hambatan

Surel Cetak PDF

Suasana sepi dan teduhnya pepohonan yang menghijau, menyapa kita begitu memasuki pusat kota Kajen yang merupakan ibu kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan. Pusat perkantoran yang menjadi satu di sekitaran alun-alun berjajar rapi dan bersih. Kejaksaan Negeri Kajen yang terletak di Jalan Teuku Umar No 1 Kajen, saat ini telah memiliki gedung baru yang representatif dengan halaman yang luas, halaman belakang dan samping penuh dengan pohon yang rimbun sehingga membuat suasana menjadi teduh dan segar.

Di bawah kepemimpinan seorang perempuan tangguh, Ahelya Abustam, SH, MH Kejaksaan Negeri Kajen menunjukkan ‘taringnya’ dalam penindakan tindak pidana korupsi. Kabupaten yang memiliki 19 kecamatan yang sebelumnya ‘adem ayem’ jauh dari hiruk pikuk dugaan korupsi, kini mulai terlihat adanya proyek-proyek yang bermasalah.

Peminpin Redaksi PROSEKUTOR Dilantik Sebagai Wakajati Sulsel

Surel Cetak PDF

Pemimpin Redaksi Majalah PROSEKUTOR, Senin (7/9), dilantik menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Selatan menggantikan Heru Sriyanto yang dipercaya sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara.

Selain pelantikan Wakajati Sulsel, turut dilantik pula Asisten Intelijen Kejati Sulsel, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sungguminasa, Kajari Pinrang dan Kajari Majene.

"Saya sebagai Wakajati yang baru mohon ijin untuk bisa memulai tugas di bumi Makassar ini. Semoga saya bisa diterima sebagai warga Sulsel," papar Sunarta usai pelantikan.

Dirinya juga memohon bimbingan bapak Kajati serta dukungan anak buah di Kejati Sulsel. "Saya juga menitipkan istri saya pada Ketua IAD untuk bisa berorganisasi."

"Hukuman Mati Bagian Dari Usaha Rasional Penanggulangan Kejahatan"

Surel Cetak PDF

Sunarta, SH, MH, Kasatgas Pelaksanaan Hukuman Mati Pada Jampidum Kejagung RI

Sejatinya hukuman mati tetap menjadi bagian dari usaha-usaha rasional dalam rangka penanggulangan kejahatan. Demi mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial dan Indonesia sedang berproses menuju hukum yang berdaulat. Proses ini harus dilalui sebagai usaha menegakkan hukum. Terlebih bahwa semua proses upaya hukum telah terlalui secara adil dan benar sebelum sebuah eksekusi mati dilaksanakan.

Demikian diungkapkan Sunarta, SH, MH, Kasatgas Pelaksanaan Hukuman Mati Pada Jampidum Kejagung RI saat menjadi pembicara dalam Seminar 'Pelaksanaan Eksekusi Hukuman Mati Di Indonesia' Days Of Law Career, di Universitas Indonesia, Selasa (24/2).

Halaman 2 dari 5