Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Thursday, Nov 23rd

Last update11:58:11 AM GMT

You are here

 

Laporan Khusus

Jaksa Agung : ‘Satgassus P3TPK Sita Puluhan Miliar Uang Koruptor’

Kinerja Satgassus (Satuan Tugas Khusus) P3TPK dalam menangani penyelesaian tindak pidana korupsi selama kurun waktu 3 (tiga) bulan pertama sejak dikukuhkan, akhirnya dievaluasi.

Evaluasi hasil kerja tersebut dibeberkan Jaksa Agung HM Prasetyo dalam konferensi pers di gedung Sasana Pradana Kejaksaan Agung, Kamis (09/04).

“Bahwa pembentukan Satgassus ini telah dibentuk sejak 8 Januari 2015 lalu dan telah dilantik sebanyak 100 orang jaksa yang menjadi Anggota Satgassus P3TPK pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI.”

Kejari Kolaka Terapkan 'Jaksa Sahabat Masyarakat'

Penegakan hukum tidak harus dengan wajah garang dan kata-kata keras. Menyentuh sisi humanisnya dan memperlakukan secara manusiawi, akan menpermudah kinerja kita. "Dan tentunya dengan tidak meninggalkan kewaspadaan penuh serta ketegasan tang berwibawa." Denikian diungkapkan Jefferdian, SH, MH kepada Majalah PROSEKUTOR di ruang kerja di Kejaksaan Negeri Kolaka, Sulawesi Tenggara

Pria yang hampir setahun menjabat sebagai Kajari Kolaka ini setiap menerima pelimpahan tahap dua dari kepolisian dan pemeriksaan fi bidang pidana khusus, selalu akan menawarkan minuman dan makanan kecil kepada terdakwa.

 

Jambin : 'Mengabdi dan Bekerja Dengan Manajemen BAMBANG W'

Jaksa Agung Muda bidang Pembinaan pada Kejaksaan Agung RI Bambang Waluyo di dampingi kepala bidang Penyelenggaraan pada pusat diklat manajemen dan Kepemimpinan Yuspar tengah memberikan ceramah pimpinan kepada peserta pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat IV angkatan I tahun 2015 di gedung Satya ( eks litbang ) kampus A Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia Jakarta, Jumat (27/3) pagi.

Kasus Devi Syahputra Korban Rekayasa: "JPU Telah Membebaskan Devi Sejak Tahun 2011"

Akhir-akhir ini kita begitu terhenyak ketika media dengan gencarnya memberitakan tentang nasib Devi Syahputra yang terpaksa hidup di penjara selama kurang lebih tiga tahun karena diduga kasusnya direkayayasa. Kasus ini bermula dari situs Mahkamah Agung yang melansir putusan menolak kasasi jaksa yang diajukan karena Devi diputus bebas pada pengadilan tingkat pertama di PN  Langkat, Stabat.

Kasus ini berawal dari penggerebekan yang dilakukan oleh polisi pada 24 Februari 2011 lalu. Tiga anggota Polres Langkat yaitu Marhalim Ritonga, Irmansyah dan Safri Chandra bergerak ke TKP. Saat itu Devi dan Rawandi tiba di Jalan Simpang Kolam Luar Boks atau dekat rel kereta api di Pekan Gebang, Langkat, mengendarai Yamaha Mio nopol BK 4167 IL. Mereka bertemu seseorang.

Kejagung Yakin Semua Permohonan PK Terpidana Mati Ditolak

Kejaksaan Agung berkeyakinan jika seluruh permohonan peninjauan kembali yang diajukan para terpidana mati kasus narkoba akan ditolak. Sebab, PK itu diajukan setelah permohonan grasi mereka ditolak presiden.

‘Todung Effect’ Tunda Eksekusi Mati

Eksekusi mati yang akan dilaksanakan oleh Kejaksaan Agung atau dikenal dengan istilah eksekusi tahap II, menjadi berita di berbagai dunia. Salah satunya adalah The Washington Post yang pada Rabu (4/3) lalu menurunkan laporan berjudul  “Welcome to ‘Execution Island’ Bali 9″ (Selamat Datang di Pulau Eksekusi, Bali Nine). 

Halaman 4 dari 6