Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Thursday, Nov 23rd

Last update11:58:11 AM GMT

You are here

 

Laporan Khusus

Wismilak Kucurkan Dana Hibah Rp 2 Miliar Guna Wirausahawan

Untuk memberikan kemudahan bagi para wirausahawan khususnya dibidang permodalan, Wismilak meluncurkan program Diplomat Success Challenge (DSC) dengan menyediakan dana hibah Rp 2 miliar.

Bagi wirausahana yang ingin mendapatkan dana hibah tersebut bisa mendaftar melalui website www.wismilak-diplomat.com. Demikian dikatakan Chief Board of Commissioner Wismilak DSC Surjanto Yasaputera kepada wartawan di Semarang, Sabtu (16/05).

Menurut data Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, populasi wirausaha di Indonesia baru mencapai 1,65%. Jumlah yang sangat kecil jika dibandingkan dengan Singapura yang telah mencapai 7%, Malaysia 5% dan bahkan masih dibawah Thailand yang mencapai 3%.

Langkah Kejaksaan Hormati HAM Terpidana yang Akan Dieksekusi Mati

Jaksa Agung Basrief Arief pada Juli 2014 menyatakan eksekusi mati tidak seperti menembak burung. Lantas bagaimana langkah Jaksa Agung Prasetyo dalam memberikan hak-hak terpidana yang akan dieksekusi dalam waktu dekat supaya tidak seperti menembak burung?

Berikut hak asasi para terpidana mati yang diberikan oleh Jaksa Agung Prasetyo sesuai aturan untuk menghormati HAM tereksekusi sebagaimana dirangkum situs berita detik.com, Minggu (26/4):

Surat Anggun ke Jokowi Tolak Hukuman Mati Gembong Narkoba, Serge

Di menit-menit terakhir, sekumpulan orang antihukuman mati menentang eksekusi mati kepada para gembong narkoba di Indonesia. Ada yang beralasan kemanusiaan, HAM dan juga ada yang berargumen hukuman mati tidak membuat jera.

Salah satu orang yang menentang hukuman mati ini adalah penyanyi asal Cilacap, Jawa Tengah, Anggun yang kini menetap di Prancis. Penyanyi yang terkenal lewat lagu 'Tua-tua Keladi' itu meminta Presiden Joko Widodo membatalkan eksekusi mati kepada WN Prancis, Serge Atlaoui.

Eksekusi Mati Jilid II Makin Dekat?

Keseluruh terpidana mati telah dipindahkan ke ruang isolasi di Pulau Nusakambangan. Jaksa mengadakan pertemuan dengan perwakilan Kedubes negara asal para terpidana mati mengenai persiapan pelaksanaan ekseksusi mati.

Salah satu pengacara terpidana mati asal Nigeria Raheem Agbaje Salami, Utomo Karim memberikan sinyal bahwa pelaksanaan eksekusi memang semakin dekat. Utomo memberi isyarat jika waktu eksekusi mulai dihitung 72 jam atau tiga hari Sabtu (25/4).

"Ya silakan hitung sendiri, biasanya tiga hari dari sekarang," kata Utomo saat usai menghadiri pertemuan tersebut.

Karim menambahkan,"Waktu eksekusi itu Selasa malam atau Rabu dinihari. Yang jelas Selasa. Semua terpidana sudah mengetahui."

Pemindahan Mary Jane ‘Sinyal’ Eksekusi 10 Terpidana Mati Kasus Narkoba Beberapa Hari Lagi?

Meskipun jadwal eksekusi mati gelombang dua belum juga dikeluarkan oleh Kejaksaan Agung, namun media sudah ‘mencium’ bakal dilaksanakan dalam waktu dekat. Ini dilandasi dengan pemindahan salah satu terpidana mati asal Filipina Mary Jane ke LP Nusakambangan guna melengkapi jumlah para terpidana mati yang terlebih dahulu sudah ‘disatukan’.

Bidang Pidsus Kejati Jateng Tancap Gas

Haruskah senang atau prihatin jika ternyata kasus korupsi yang berhasil diungkap sangat banyak? Entahlah… yang pasti, kita tentu harus memandangnya dari sudut pandang yang berbeda, bagi rakyat biasa, tentu kita prihatin karena uang rakyat dicuri oleh koruptor. Dari kaca mata penegak hukum, tentu ini merupakan prestasi yang membanggakan karena kerja keras mereka membuahkan prestasi yang luar biasa.

Halaman 3 dari 6