Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Monday, Dec 11th

Last update11:38:48 AM GMT

You are here

 

Lintas Kejati/Kejari

Melayani Dengan Kasih dan Hati

KUPANG - Bhakti sosial operasi katarak gratis yang dilaksanakan IAD Pusat Kejagung RI bersama IAD Wilayah NTT berlangsung sukses. Seluruh operasi yang dilaksanakan tim dokter mata gabungan, membuahkan hasil positif. Semua pasien yang ikut operasi akhirnya bisa melihat keindahan dunia dengan sempurna.

Demikian disampaikan oleh Kajati NTT, Dr Sunarta selaku penyelenggara, Minggu (9/7) di Aula Kejati NTT. Menurut Sunarta, ada yang mengharukan manakala ada seorang pasien yang sejak lahir di kedua matanya menderita katarak. Dan setelah 18 tahun hidup dalam keburaman, sejak kemarin dia telah mampu melihat Indahnya dunia dengan jelas.

Jaksa Agung M Prasetyo menuturkan bahwa kegiatan operasi katarak gratis ini adalah bagian dari rangkaian bhakti sosial yang dilakukan Kejaksaan RI dengan semangat 'melayani dengan hati dan melayani dengan kasih.'

Khitan Massal Sambut HBA 2017

JAKARTA –Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-17, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) dan menyambut Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) yang ke 57 tahun, para istri Jaksa yang tergabung dalam IAD menggelar khitanan massal gratis di gedung Andrawina Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7).

Acara khitanan massal yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB di buka oleh Plt Wakil Jaksa Agung, Bambang Waluyo yang mewakili Jaksa Agung, HM Prasetyo yang saat bersamaan juga menghadiri Bhakti Sosial Operasi Katarak di Kejaksaaan Tinggi Nusa Tenggara Timur.

Dalam  sambutannya, Bambang Waluyo sangat mengapresiasi kegiatan Bhakti Sosial berupa khitanan massal yang diprakarsai para istri Jaksa yang tergabung dalam Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD). Hal senada juga dikemukakan Sesjampidsus, Sudung Situmorang saat mendampingi Bambang Waluyo meninjau lokasi acara khitanan massal tersebut.

Kejaksaan di Daerah Pemekaran, Terkendala Moratorium

KUPANG - Jaksa Agung RI, HM Prasetyo, merasa sangat senang bisa kembali ke kantor yang dulu pernah menjadi tempatnya bertugas sebagai Kajati. Prasetyo pernah menjadi saksi teramputasinya Timor Timur dari bumi pertiwi. Hal itu diungkapkan Jaksa Agung di depan para awak media yang bertugas meliput di Kejaksaan Tinggi NTT, hari ini (8/7).

“Kami datang kemari dalam rangka kunjungan kerja yang sudah lama direncanakan. Saya didampingi JAM Pidsus Arminsyah, juga ada ibu-ibu yang tergabung dalam IAD yang menyelenggarakan bakti sosial ini,” jelas Prasetyo.

Prasetyo mengenang 17 tahun lalu kala dia bertugas menjadi Kajati, saat itu keadaan NTT belum seperti sekarang yang sudah mengalami banyak kemajuan. Kejaksaan melakukan misi kemanusiaan dalam rangka HBA 2017, banyak hal yang akan dan ingin dilakukan oleh Kejaksaan.

“Contohnya, hari ini ada beberapa kegiatan. Tidak hanya di Kupang ini, di Kejaksaan Agung, ada  sunatan massal yang diikuti oleh 300 anak dari kalangan marjinal. Falsafah kami, sedikit memberikan kebahagiaan pada mereka, tidak akan mengurangi apa yang kami miliki,” ucap Prasetyo.

Bakti Sosial Operasi Katarak

KUPANG - Hari Sabtu yang biasa lengang di kantor Kejati NTT, Sabtu (8/7) mendadak dipenuhi massa sejak pagi. Halaman Kejati Nusa Tenggara Timur (NTT) ramai oleh ratusan orang terdiri dari Dokter Mata dan petugas pendaftaran pasien sibuk melayani pendaftaran.

Di ruang operasi, belasan dokter tengah bekerja mengoperasi para pasien penderita katarak. Aula Kejati NTT disulap menjadi ruang operasi, pemulihan pasien dan ruang dokter layaknya sebuah Rumah Sakit Mata.

Kegiatan Bhakti Sosial operasi.katarak gratis ini dilaksanakan oleh Ikatan Adhyaksa Dharma Karini (IAD) Pusat Kejaksaan Agung dan IAD Wilayah NTT. IAD menggandeng Perdami, RS Siloam, BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Prov NTT dan RS Wira Sakti Kupang.

Peserta operasi sebanyak 260 orang dari berbagai wilayah Kota Kupang, Rote, Kab Kupang, Soe, Kefamanano, Atambua, Malaka, TTS, TTU. Salah satu pasien yang selesai di operasi Barnabas (78) datang bersama putri ketiganya, Rin. Peserta operasi ini datang  dari Desa Uinlasi, Kecamatan Nunkolo, Kab Soe, NTT. Mereka sudah 1 minggu tinggal di asrama tentara Kupang demi ikut operasi katarak gratis ini.

Kejati NTT Terima Hibah Barang Rampasan Negara

KUPANG - Penyerahan Barang Rampasan Negara, dengan mekanisme hibah, pemanfaatan, maupun penetapan status penggunaan, merupakan bagian dari fase akhir pemulihan aset, yaitu  pengembalian aset yang berasal dari tindak pidana. Kegiatan ini merupakan proses aktual dari pelaksanaan kewenangan eksekutorial yang diberikan oleh Undang-Undang kepada Kejaksaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Jaksa Agung RI, HM Prasetyo dalam sambutannya saat menyerahkan aset sitaan dari terpidana tindak pidana korupsi Bekak Kolimon dan Buyung Abdul Munaf Rosna (Jumat 7/7). Acara yang berlangsung di halaman Kejati NTT ini dihadiri oleh Jaksa Agung, JAM Pidsus Arminsyah, Kepala Pusat Pemulihan Aset (PPA) Loeke Larasati serta para pejabat dan pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi NTT.

Permasalahan pengurusan benda sitaan dan barang rampasan, menurut Prasetyo, menjadi masalah yang kompleks. Hal tersebut melatarbelakangi terbitnya Peraturan Jaksa Agung RI pada bulan Mei 2017. Perja RI No: PER-002/A/JA/05/2017 tentang Pelelangan dan Penjualan Langsung Benda Sitaan atau Barang Rampasan Negara atau Barang Sita Eksekusi.

 

Penyerahan Barang Rampasan

KUPANG - Jaksa Agung RI, HM Parasetyo menyerahkan empat unit mobil aset negara diperoleh dari tindak pidana korupsi, kepada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur diwakili oleh Kajati NTT, Dr Sunarta, SH, MH. Keempat mobil tersebut akan digunakan untuk menambah sarana transportasi untuk peningkatan kinerja Kejati NTT.

Acara serah terima barang milik negara itu disaksikan oleh Kepala Pusat Pemulian Aset pada Kejaksaan Agung RI, Loeke Larasati A dan Wakajati  NTT, Rusdihadi Teguh P, SH, MH. Acara yang berlangsung di halaman kantor itu dihadiri oleh JAM Pidsus, Ketua DPRD, Wakapolda NTT serta pejabat forkompinda lain.

Aset negara tersebut diperoleh dari terpinana an Bekak Kolimon, ST, MT yang telah memperoleh keputusan hukum tetap sesuai putusan MA No: 1801/K/Pid.Sus/2015 tanggal 14 September 2015. Dalam putusan tersebut disebutkan bahwa 1 unit mobil Toyota Kijang Innova tipe G Diesel an terpidana dan satu mobil Daihatsu Terios an Novalina Dwisari dirampas oleh negara.

Halaman 9 dari 22