Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Tuesday, Jan 16th

Last update12:41:37 PM GMT

You are here

 

 

 

 

Lintas Kejati/Kejari

Kejati Akui Kasus Korupsi Belum Tuntas

SEMARANG - Kasus dugan tindak pidana korupsi pengadaan lahan untuk Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Blora yang ditangani oleh Kejari Blora, masih belum tuntas. Hal tersebut diakui oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Sugeng Pudjianto kepada wartawan beberapa waktu lalu. "Memang belum selesai penanganannya, ada beberapa kendala dalam penuntasan kasus itu," kata Kepala Kejati Jateng, Sugeng Pudjianto, Jumat (28/7).

Sedangkan terkait permintaan KP2KKN agar Kejati Jateng mengambil alih dan menuntaskan kasus tersebut, Sugeng mengatakan jika sudah ada kesanggupan Kejari Blora menyelesaikan kasus tersebut. "Kejari Blora sudah sanggup untuk menyelesaikan, akan kami pantau dan bantu dari sini (Kejati Jateng,red). Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa tuntas semuanya," ungkapnya.

Mengatasnamakan Kordinator Monitoring Kinerja Aparat Penegak Hukum pada Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng, Eko Haryanto mendesak Kejati Jateng menyelesaikan kasusnya. Menurutnya, sejak bergulir 2010 lalu, sampai saat ini kasus itu masih belum tuntas.

Kejati Tahan Mantan Anggota DPRD Blora

SEMARANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah bantuan peternakan Kabupaten Blora tahun 2014. Keempat tersangka yaitu, inisial BK, DA, IKA dan L. BK menurut informasi, Bakoh Santoso, mantan anggota Komisi C DPRD Blora periode 2009 – 2014 dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Tiga lainnya, PNS yang pernah bertugas di Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Distanbunnakikan), yaitu Imam Kusaeni, Lasum, dan Dwi Arijanto. Imam dan Lasum terakhir bertugas di UPT Pertanian Kecamatan Jiken. Sedangka Dwi pada BPBD Blora.

"Penahanan dilakukan usai pelimpahan berkas perkara dan tersangka dari penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng ke Kejati Jateng. Penahanan dimaksudkan untuk kepentingan pemeriksaan perkaranya," kata Sugeng Riyadi, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jateng kepada wartawan, Selasa (1/8).

Kejati Jateng Miliki Wakajati Baru

SEMARANG - Penanganan kasus atau perkara yang berlarut-larut, akan menimbulkan kecurigaan dan ketidakpuasan masyarakat selaku pencari keadilan. Hal itu harus dihindari oleh para penegak hukum, khususnya para Jaksa yang ada di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Sugeng Pudjianto dalam sambutannya usai melantik enam Kajari baru. Pelantikan dilaksanakn di Aula Kejati Jawa Tengah hari ini (26/7).

Sebelumnya, pada Hari Selasa, Kajati juga melantik Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah yang baru, Priyanto, yang sebelumnya menjabat Koordinator pada JAM Datun Kejaksaan Agung.  Adapun pejabat lama, Sulidjati, mengemban tugas baru di Kejaksaan Agung.

Tim TP4D Kejati DKI Tinjau Proyek Flyover dan Underpas

JAKARTA - Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Tonny Spontana, bersama Tim Pengawal, Pengaman, Pemerintah, dan Pembangunan (TP4D) Kejati DKI Jakarta meninjau beberapa proyek pembangunan fly over dan underpass di Jakarta, Senin (24/7).

Berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-152/A/JA/10/2015 mempunyai fungsi Mengawal, Mengamankan dan mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan melalui upaya pencegahan preventif dan persuasif.

Di dampingi tim TP4D yang terdiri dari bidang intelijen dan Perdata dan Tata Usaha pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,Tonny Spontana melakukan peninjauan ke sejumlah proyek Pembangunan Simpang Tak Sebidang Dinas Bina Marga Profinsi DKI Jakartamulti year 2017-1017.

Peringatan HBA Ke 57 di Kejati Sulsel Dipusatkan di Lima Wilayah

PAREPARE - Peringatan Ultah Kejaksaan atau lebih dikenal dengan sebutan HBA kali ini di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dipusatkan di 5 Wilayah, atas inisiatif dari Dr Jan Maringka selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Kelima wilayah tersebut, Kejati Sulsel, Kejati Sulbar, Kejari Palopo, Kejari Parepare dan di Kejari Bulukumba. Seperti diketahui, Kejati Sulsel juga membawahi wilayah Sulbar. Sehingga sering disebut sebagai Kejati Sulselbar.

Adapun Inspektur Upacara dipercayakan pada Wakajati dan para asisten di Kejati Sulsel. Di Kejati Sulsel itu irupnya tetap Kajati Dr Jan Maringka. Di Sulawesi Barat, sebagai Irupnya, Wakajati Sulsel Adhe Adhyaksa. Sementara  wilayah lainnya, masing-masing Irupnya adalah para Asisten dari Kejati Sulsel.

Pengembangan Kapasitas Intelektual Jaksa Akan Tingkatkan Kualitas Kinerja Kejaksaan Untuk Negeri

JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Wakil Jaksa Agung, Dr.Bambang Waluyo membuka seminar nasional dalam rangka Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke-57 dan Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) dengan tema ’’Melalui Pengembangan Kapasitas Intelektual Jaksa,Kita Tingkatkan Kualitas  Kinerja Kejaksaan Untuk Negeri” yang berlangsung di Sasana Pradana Kantor Pengacara Negara, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (19/7).

Seminar dalam karya tulis ilmiah itu merupakan pilihan yang tepat untuk di diskusikan penjabarannya dari tekad dan sikap kejaksaan untuk memperkuat soliditas guna menetapkan satu tujuan untuk sama sama membangun negeri tercinta ini.  Jaksa Agung dalam sambutan tertulis menuturkan bahwa Kejaksaan dituntut untuk mampu menjawab tantangan tidak hanya yang bersifat internal, namun juga yang berasal dari eksternal. Untuk mengatasi tantangan yang bersifat eksternal, tentu diperlukan kebersamaan dan kesatuan tekad.

Halaman 9 dari 24