Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Saturday, Nov 18th

Last update08:17:21 AM GMT

You are here

 

Lintas Kejati/Kejari

Kejaksaan RI dan Singapura Jalin MoU Masalah Hukum

BALI - Kejaksaan RI dan Kejaksaan Singapura telah sepakat untuk bekerjasama seperti yang tertuang dalam nota kesepakatan yang telah ditanda tangani di Bali, Selasa (29/8). Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan RI, M Rum mengungkapkan Jaksa Agung RI, M Prasetyo dan Jaksa Agung Singapura, Lucian Wong telah menandatangani nota kesepahaman tentang kerjasama tersebut.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Kejaksaan RI dan Kejaksaan Singapura, sekaligus sebagai bukti bahwa antar kedua negara memiliki ikatan persahabatan yang kuat dan erat,” ujar Rum kepada wartawan melalui telepon, Selasa (29/8).

Fatwa soal Eksekusi Mati, MA Kembalikan ke Kejagung

JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) telah menjawab permintaan fatwa dari Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tak memberikan batas waktu pengajuan grasi. Grasi ini menjadi patokan Kejagung dalam mengeksekusi hukuman mati.

Sebelum adanya putusan MK Nomor 1087/PUU-XIII/2015, pengajuan grasi dibatasi satu tahun setelah keputusan tetap. Namun setelah adanya putusan MK tersebut, pelaksanaan eksekusi mati menjadi tidak pasti.

Suasana Haru Warnai Pamitan Jamdatun

JAKARTA - Suasana haru mewarnai acara pamitan Dr. H.C. Bambang Setyo Wahyudi, S.H, M.M. selaku Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), Senin (28/8) di Sasana Dharma Pradata (Datun), Kejaksaan Agung RI.

Acara yang dihadiri oleh seluruh karyawan bidang Datun, juga terlihat Kajati NTT, Dr Sunarta, Kajati DIY, Sri Harjati, dan Kajati Banten, Agus Djaya. Sosok Jamdatun di mata anak buahnya adalah sosok Bapak yang mengayomi, rendah hati serta tak alergi akan masukan, membuat warga Datun Kejaksaan RI merasa kehilangan.

Jaksa Agung: 'Selesaikan Semua Perkara Korupsi'

JAKARTA - Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Pidana Khusus Kejaksaan RI tengah fokus pada Program Zero Outstanding atau penyelesaikan semua perkara perkara korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan RI selama ini. Prasetyo berharap, program zero outstanding mengedepankan personalitas, profesionalitas dan proporsionalitas sehingga terhindar dari penyimpangan dan kerawanan.

“Inventarisir seluruh kendala dan tantangan Bidang Pidana Khusus, baik bersifat yuridis, teknis maupun non teknis,” ujar Prasetyo usai membuka Rakernis bidang Pidsus di Gedung Bundar. Prasetyo berharap Bidang Pidana Khusus dapat bekerja dengan cerdas, tuntas dan bermartabat. “Bekerja penuh integritas, ikhlas, jujur dan tulus,” ujarnya.

Tingkatkan Pelayanan Publik Melalui e-Datun

JAKARTA - Peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan salah satu prioritas Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan RI. Guna mempercepat serta memperlancar mekanisme kerja, Bidang Datun Kejaksaan meluncurkan e-Datun. “e- Datun merupakan wujud nyata upaya modernisasi dan transparansi Korps Adhyaksa,” kata Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Bambang Setyo Wahyudi di Jakarta  Senin (21/8).

e-Datun dikembangkan dalam rangka menjawab tantangan untuk mewujudkan penegakan hukum yang ekonomis, efektif dan efisien. Kementerian, lembaga, BUMN, BUMD serta anak perusahaannya yang memerlukan pertimbangan hukum dari Jaksa Pengacara Negara (JPN) tidak perlu datang langsung, melainkan bisa berkonsultasi melalui e-Datun.

Ditahan Karena Selundupkan Pil Koplo Dalam Tahanan

SEMARANG - Dua pengunjung tahanan Pengadilan Negeri (PN) Semarang diamankan oleh tim gabungan pengawal tahanan dari Subnit Satwa Satuan Sabhara Polrestabes Semarang dan Kejari Kota Semarang. Pengunjung tersebut adalah Ardik Agus Nugroho (32) dan Sandi Suwardi (25), keduanya diamankan karena kedapatan mendistribusikan 14 butir narkotika jenis Pil Dextromerthopan (dextro), yang akan diberikan ke tahanan narkotika bernama Satriyo, pada Selasa (15/8).

Petugas Satwa Polrestabes Semarang, Bripka Edy Kusno menjelaskan, kronologi kejadiannya terjadi sekitar pukul 13.00, saat itu Ardik dan Sandi akan memberikan makanan dan minuman kepada Satriyo. Seharusnya saat memberikan barang harus diperiksa petugas, namun Ardik hanya memberikan melalui jeruji besi tahanan, setelah kedapatan tidak melalui petugas, barang itu langsung diperiksa petugas dan ternyata ditemukan dalam bungkusan yang ada dalam rokok Gudang Garam ada 10 pil dextro .

Halaman 5 dari 21