Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Monday, Dec 11th

Last update11:38:48 AM GMT

You are here

 

Kejati Riau Tahan Satu Tersangka Korupsi 'Tugu Antikorupsi

PEKANBARU - Kasus korupsi Tugu Antikorupsi di ruang terbuka hijau (RTH) Pekanbaru memasuki tahap baru setelah satu dari 18 tersangka ditahan pihak Kejati Riau.

Tersangka yang ditahan yaitu dari pihak swasta, Rinaldi Mughni sebagai dari konsultan proyek tersebut. Penahanan dilakukan, Senin (20/11) usai menjalani pemeriksaan dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. "Usai pemeriksaan di penyidik tersangka RM langsung kita tahan. Sebelum ditahan kita lakukan juga cek kesehatan dan dinyatakan tersangka sehat," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta.

Penahanan ini dilakukan atas pertimbangan subjektif yaitu tersangka dapat mengganggu jalannya penyidikan apabila tidak dilakukan penahanan. Atau juga tersangka bisa menghilangkan barang bukti. "Sesuai KUHAP tersangka dapat dilakukan penahanan selama empat bulan. Karena terhadap tersangka ini diancam pidana antara minimal satu tahun dan maksimal 20 tahun. Maka sesuai dengan ketentuan pasal 29 KUHAP dia dapat diperpanjang penahanannya sampai empat bulan," kata Sugeng.

Selain itu, pihak Kejati Riau akan berusaha lebih keras dan cepat agar perkara korupsi RTH yang menelan dana Rp 8 miliar segera disidangkan. "Inikan baru satu tersangka dari 18 tersangka lainnya. Jadi kita harus segera merampungkan kasus ini agar segera semuanya dilimpahkan ke pengadilan," kata Sugeng.

Tersangka RM ini, kata Sugeng, dibawa dari Kejati Riau di Jl Sudirman dibawa ke Rutan Sialang Bungkuk. Sebagaimana diketahui, korupsi pembangunan RTH dan Tugu Antikorupsi melibatkan 18 orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari 13 PNS dan 5 pihak swasta. Dalam kasus ini negara dirugikan sekitar Rp 1,23 miliar.

Rinaldi Mughni adalah salah satu tersangka yang melaporkan Aspidsus ke Polda Riau. Menurut RM alasan pelaporannya, karena pihak kejaksaan menetapkan dirinya tersangka tidak memiliki bukti yang kuat. Mengenai anggapan penahanan ini sebagai jawaban karena tersangka melaporkan Aspidsus ke Polda Riau, Sugeng Riyanta secara tegas membantahnya.

"Tidak ada hubungannya dengan laporan ke Polda Riau. Ini semua kita lakukan untuk mempercepat agar kasusnya segera dilimpahkan ke pengadilan."ist/kie/dtc-MP1

Add comment


Security code
Refresh