Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Thursday, Nov 23rd

Last update09:00:37 AM GMT

You are here

 

Peluncuran Buku 'Hukum dan Perlindungan Korban TPPO'

JAKARTA - Badan Diklat Kejaksaan RI bersama Jaksa Agung Muda Pidana Umum dan IOM (International Organisation For Migrantion) Indonesia menggelar acara peluncuran Buku 'Pedoman Penegakan Hukum dan Perlindungan Korban dalam Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang'.\

Penyerahan buku secara simbolis diberikan kepada perwakilan peserta Diklat Pembentukan Jaksa (PPPJ) angkatan 74 gelombang II tahun 2017.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum Dr.Norokhmad, plt Kaban Diklat Muhammat Yusni, Ketua Misi IOM Mr.Mark Gethell dan Australia Attorny General Departement (Perwakilan Kejaksaan Agung Australia)  Ms.Celia Maunder,berlangsung di Aula Sasana Adhi Karrya Badan Diklat Kejaksaan RI Jakarta, Kamis (9/11).

Plt.Kaban Diklat dalam sambutannya mengatakan,Tindak Pidana Perdagangan orang (TPPO) adalah salah satu bentuk kejahatan serius yang seringkali melibatkan jaringan kejahatan terorganisir lintas negera.

“Biasanya di lakukan secara terorganisir (Transnational Crime) dengan modus operandi yang semakin komplek dan memberikan ancaman yang besar terhadap kesejahteraan dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Dengan demikian Badan Diklat Kejaksaan telah mengambil langkah-langkah dengan pihak-pihak yang concern dalam penanganan TPPO,dengan melakukan kerjasama kerjasama semua pihak seperti dengan IOM selenggarakan Diklat Training Of Traininers Humam Trafiking,Roll Out Training.

Badan Diklat Khususnya dan Kejaksaan pada umumnya memberikan apresiasi dan capan terimakasih kepada pihak IOM Insonesia beserta semua pihak yang terkait telah sungguh-sungguh dalam memberikan perhatian dan kerjasama ini.

"Besar harapan kami kerjasama yang telah di laksanakan selama ini dapat dilanjutkan di masa-masa yang akan dating dan lebih di tingkatkan lagi,” ucap Yusni.

Sementara menurut perwakilan dari Australia,s Attorney General Departemnt Ms. Celia mander merasakan sangat bangga dan bahagia atas kerjasama Buku Pedoman Hukum dan Perlindungan Korban TPPO , ”Saya sangat bahagia sekali mewakili IOM  Australia dalam peluncuran buku panduan hukum perdagangan orang,” ujar Celia dalam meyampaikan pernyataannya.

Celia menambahkan Australia punya sejarah panjang dalam menangani kasus perdagangan orang, “saya juga sangat senang sekali bersama kejagung bersama-sama menangani masalah ini,” terangnya

Berkaitan dengan perdagangan orang, Celia mengajak bersama-sama untuk harus meminimalisir kejahatan perdagangan orang di negara kita. "Kita tahu perdagangan orang itu sangat komplek dan butuh kerja bersama internasional dan kita butuh testimoni dari pada korban-korban  untuk sebagai bukti."

"Dan kami harapkan di sini panduan ini jadi praktis dapat membantu dalam penegakan hukum dalam perdagangan orang”, pesan Celia

Menurut perwakilan IOM Indonesia Mark Gethcehell,TPPO adalah tindak pidana serius yang sering melibatkan jaruingan kejahatan teroragnisir lintas Negara.

Upaya pencegahannya dan pemebrantasan tindak pidana ini adlah adalah dengan melibatkan banyak pihak,di antaranya pemerintah.oragnisasi masyarakat sipil,dan organisasi International. Dengan terbitnya buku ini Mark bermaksud agar aparat penegak hokum mendpatkan informasi terkini terkait pemberantasan TPPO.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum Dr.Norochmad yang juga Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (Ketum-PJI) menilai,Kejahatan perdagangan orang, ini perkembangannya memang sangat sensitif, kalo dulu perkembangan hanya daerah, tapi kalo ini sudah menyeluruh arttinya penanganannya sudah sangat harus matang.

“Sekarang degan buku yang baru ini sudah sempurna sebagai buku yang komprehensif dagan petunjuk tindak pidana perdagangan orang,” ucap Norochmad. Buku yang di berikan kepad seluruh peserta PPPJ angkatan 74 gelombang II secara simbolis itu untuk bekal penugasan di daerah terutama daerah yang kasus ini. “ Saya berharap buku ini jangan hanya jadi pajangan,tapi harus di baca dan di telah terutama di daerah yang terdapat kasus ini” pesan Jampidu.

Penyerahan buku secara simbolis itu diberikan langsung oleh Jampidum Norohcmad kepada perwakilan (Senat Umum) disaksikan plt.Kaban Diklat,Perwakilan IOM Indonesia perwakilan Kejaksaan Agung Australia dan seluruh peserta PPPJ.muzer-MP1

Add comment


Security code
Refresh