Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Thursday, Nov 23rd

Last update09:00:37 AM GMT

You are here

 

Program Sekolah Anti Korupsi (SAKSI) bagi Mahasiswa

SEMARANG - Program Sekolah Anti Korupsi (SAKSI) bagi mahasiswa diadakan secara perdana oleh Penghubung Cabang Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (PC GMPK) Universitas Negeri Semarang (Unnes). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud tindakan melawan generasi koruptor dan mencegah perilaku koruptif di Tanah Air, yang diadakan di Selasar perpustakaan gedung pusat Unnes, Minggu (29/10).

Koordinator PC GMPK Unnes, Fika Rofiudin Izza menyebutkan, bangsa ini dapat disebut mengalami krisis dalam banyak hal akibat korupsi, sehingga maraknya kasus korupsi juga menandakan banyaknya regenerasi koruptor. Menurutnya koruptor telah ada baik pada generasi tua maupun generasi muda sehingga regenerasi koruptor juga harus dicegah dan tidak bisa didiamkan saja.

Untuk mencegahnya, lanjut Fika, salah satu caranya adalah dengan mencetak banyak generasi antikorupsi, khususnya generasi muda dan mahasiswa sebagai agen perubahan untuk terlibat dan menjadi bagian perlawanan korupsi di Indonesia dan Jateng pada khususnya. Dikatakannya SAKSI diadakan untuk menanamkan pada siswa berkaitan pengetahuan dasar tentang korupsi, baik dari sisi sejarah, teori, maupun kemampuan dasar memanfaatkan instrumen pemantauan.

"Tujuan lainnya adalah memiliki perspektif antikorupsi dan keahlian dasar pemantauan korupsi dan memberikan pemahaman terkait kemampuan dasar melakukan advokasi dan kampanye isu antikorupsi,"kata Fika dalam acara itu. Fika berharap kurikulum yang diberikan panitia bisa membuat para peserta paham mengenai korupsi dan bagaimana memberantasnya. Acara tersebut dikatakannya akan dilaksnakan selama 4 kali pertemuan, dengan acara puncak akan pemahaman materi korupsi dari Wakil Ketua KPK periode 2007-2011, Bibit Samad Rianto, yang sekaligus akan memwisuda para peserta yang lulus.

Dalam acara perdana siswa diajak interaktif mengupas masalah korupsi, pengenalan masalah korupsi dan diajak menyimpulkan bersama tentang korupsi.

"Untuk pengajar yang kami libatkam dalam SAKSI ini, mulai akademisi, praktisi hukum, advokat, unsur DPRD dan pengiat korupsi dianataranya; Theodorus Yosep Parera, Dr. Indah Sri Utari, Wahyu Edy Amrulloh, Rusdyanto, dan Supriyadi, untuk materi akhir kunjungan langsung ke kantor Ombudsman Jateng, Penghubung Komisi Yudisial Jateng dan Kiprov Jateng," jelasnya.

Usai membuka acara dan memberikan materi, Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, Theodorus Yosep Parera menyampaikan, salah satu cara memberantas korupsi tentunya melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, sehingga sangat tepat SAKSI diberikan kepada mahasiswa yang merupakan agen perubahan.

"Ini juga bagian dari pencegahan korupsi melalui media pendidikan, melalui acara edukasi dan pemahaman seperti ini, kita harapkan kedepan Indonesia bisa bersih tanpa korupsi,"kata Yosep yang juga Ketua Dewan Pengawas GMPK Kota Semarang ini.

Menurut Yosep untuk mencegah tindak pidana korupsi perlu adanya introspeksi diri, tentunya pribadi kita harus bisa menyadari bahwa korupsi ini dapat merusak kepribadian diri sendiri maupun juga orang banyak. Ia mengatakan pencegahan tindak pidana korupsi juga perlu ditingkatkan suatu inovasi yang lebih baik dengan cara mendidik para generasi penerus bangsa untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran yang tinggi serta meningkatkan moral dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk itu, lanjut Yosep, ada lima langkah untuk mencegah korupsi diantaranya, perlunya membangun kultur yang mendukung pemberantasan korupsi, mendorong pemerintah untuk melakukan reformasi publik sektor dengan mewujudkan good governance, membangun kepercayaan masyarakat.

"Selain itu, perlu mewujudkan keberhasilan penindakan terhadap pelaku korupsi besar dan memacu aparat hukum lain untuk memberantas korupsi,"jelasnya.marnie-MP3

Add comment


Security code
Refresh