Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Friday, Nov 24th

Last update09:00:37 AM GMT

You are here

 

PB Rejomulyo Akan Kembali Dibentuk

Surel Cetak PDF

SEMARANG - Bulutangkis sejak lama menjadi favorit olah raga masyarakat Indonesia selain sepak bola. Banyak yang menyalurkan hobi mereka dengan bermain badminton sepulang kerja. Berawal dari hobi itulah, tahun 1975 PB Rejomulyo dibentuk oleh Tang Kcok Tjoen (Dhemar Nusantara), Kho Hong Liang, Ong dan Sumadi. Nama Rejomulyo yang dicetuskan oleh Kho Hong Liang dengan harapan, klub ini bisa memiliki hidup dan bermanfaat bagi orang lain.

“Pada jaman itu, banyak klub-klub badminton berdiri. Sayangnya mereka menetapkan iuran bulanan yang mahal karena mendatangkan pelatih dari Jakarta. Jadi tidak semua anak bisa ikut latihan,” kata Redi Nusantara selaku ketua panitia reuni saat jumpa pers di Gama Resto, Selasa (1/8) ini.

Berawal dari kegelisahan itu, lahirlah PB Rejomulyo pada tahun 1975 dan mulai merekrut usia anak sampai di bawah 15 tahun yang ingin berlatih badminton dengan iuran yang sangat murah. Para pengurus merangkap menjadi pelatih klub. “PB Rejomulyo yang eksis 1980-1995, banyak menghasilkan pemain lokal hingga internasional. Salah satunya adalah Sandiarto yang pernah berpasangan dengan Minarti Timur juara dunia ganda campuran 1999,” jelas Redi yang merupakan putra dari Tang Kcok Tjoen.

Selain Sandiarto, ada pula Irawan yang merupakan pasangan ganda Ardi B Wiranata berhasil menjadi juara Australia Terbuka. Anak-anak asuh PB Rejomulyo kala itu merupakan langganan juara di Kota Semarang (Wali Kota Cup) dan Jawa Tengah (Moenadi Cup).

“Untuk pelatih, ayah saya (Dhemar Nusantara), tidak pernah memanggil pelatih profesional, pengurus secara otodidak belajar tehnik-tehnik badminton. Kemudian para pemain yang sudah sering juara, yang senior-senior diminta untuk melatih adik-adiknya. Jadi hubungan kami sangat dekat,” kata Redi.

Karena kedekatan itulah, setelah puluhan tahun mereka berpisah akhirnya merencanakan mengadakan temu kangen alumni PB Rejomulyo. Reuni akan dilaksanakan tanggal 12 Agustus di Lapangan Badminton Bangkong. Dipilihnya lapangan itu karena memang PB Rejomulyo berlatih di sana.

“Rencana diikuti oleh 100 orang mantan anggota PB Rejomulyo. Acara ini untuk mempererat tali silaturahmi antar mantan anggota klub,” terang Megatri Nusantara, salah satu panitia kepada wartawan. Meme, panggilan mantan pebulutangkis wanita ini, juga mengatakan, banyak kemungkinan menghidupkan PB Rejomulyo lagi karena banyak alumni yang saat ini berprofesi sebagai pelatih bertaraf dunia, nasional dan lokal.marnie-MP1

Add comment


Security code
Refresh