Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Saturday, Nov 18th

Last update08:17:21 AM GMT

You are here

 

Buruh 'Disulap'Jadi Direktur, Dibui Dua Tahun

SEMARANG - Seorang buruh pengepul kulit asal Pati, Sugiyono, harus merasakan terkurung di penjara. Peristiwa itu terjadi karena dirinya 'disulap' oleh bosnya menjadi Direktur CV Pandawa.Permasalahannya, terdakwa yang tak tahu menahu tentang aktivitas CV tersebut, divonis bersalah atas perkara dugaan korupsi bantuan dana hibah program kegiatan peningkatan sarana dan prasarana unsur harga tanah kepada kelompok tani/ternak/usaha di Kabupaten Pati 2012, senilai Rp 3,070 miliar.

Dalam kasus itu, majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang yang dipimpin Sulistyono, menjatuhkan vonis pidana selama 2 tahun, kemudian membebankan denda Rp 50juta subsidair 2 bulan kurungan, serta uang pengganti (UP) kerugian negara mencapai Rp 66 juta.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Pati, Prayitno, sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana selama 3 tahun penjara, dan pidana denda Rp 50 juta subsider 4 bulan kurungan. Kemudian UP kerugian negara sebesar Rp 66.950.743,00 subsider 8 bulan penjara dan membebankan biaya perkara terhadap terdakwa Rp 5 ribu.

Mendengar vonis tersebut, kuasa hukum terdakwa, Priyo Pudjono menyatakan langsung banding. Ia menilai tidak ada rasa keadilan yang dialami kliennya tersebut, nota banding tersebut dipastikan diajukan setelah memperoleh salinan putusan dari pengadilan.

Usai sidang Priyo menyebutkan dalam kasus itu, nama kliennya dicatut dan dijadikan sebagai Direktur CV Pandawa oleh bosnya Sutrisno, padahal berdasarkan keterangan kliennya yang melakukan tender dan lainnya adalah Sutrisno, termasuk semua tanda-tangan tender, kliennya merasa tidak pernah melakukan.

“Kami akan terus berjuang untuk banding, bagaimanapun kasus klien kami hampir sama dengan kasus Hendra Saputra, yang sudah jelas tidak ada peran sama sekali atas proyek itu, wong keseharian cuma karyawan pengepul kulit milik Sutrisno, klien kami cuma dicatut oleh bosnya,” kata Priyo kepada wartawan usai sidang, Senin kemarin (18/7).nie-MP1

Add comment


Security code
Refresh