Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Monday, Dec 11th

Last update11:38:48 AM GMT

You are here

 

Tersangka Kasus Proyek Tambak Garam Ditahan Kejati NTT

KUPANG - Satu lagi tersangka kasus proyek pembangunan tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua, ditahan penyidik Kejati NTT. Sehingga sudah tiga tersangka yang ditahan.

Hendrik Jhon Wengi kuasa Direktur Surya Mekar Jaya akhirnya ditahan pada, Senin (4/6) sore setelah diperiksa lima jam. Hendrik menyusul Kadis Perindag, Lewi Tandirura dan Nicodemus R. Tari selaku Sekretaris Disperindag Kabupaten Sabu Raijua.

Sebelum ditahan, tersangka diperiksa oleh penyidik sejak pukul 13:00 hingga pukul 17:00. Usai pemeriksaan tersangka langsung digiring menuju Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Kupang untuk menjalani masa tahanan selama 20 hari.

Kajati NTT, DR. Sunarta kepada wartawan di Kantor Kejati NTT membenarkan adanya penahanan terhadap tersangka Hendrik Jhon Wengi selaku kuasa direktur PT. Surya Mekar Jaya yang mengerjakan proyek tambak garam di Kabupaten Sarai tahun anggaran 2016 senilai Rp 2, 99 miliar.



Dijelaskan Sunarta, sesuai jadwal ada dua tersangka yang dipanggil oleh penyidik namun Daniel Kitu yang juga tersangka dalam kasus itu tidak memenuhi panggilan jaksa.

Diungkapkan Sunarta, Daniel Kitu tersangka kasus tambak garam Sarai yang tidak memenuhi panggilan jaksa akan dipanggil pada, Rabu (6/6) mendatang. “Rencananya ada dua orang yang kita panggil tapi cuman satu yang datang. Sementara yang satu lagi sedang sakit. Makanya Daniel Kitu akan dipanggil lagi pada, Rabu (6/6) mendatang. Kita kan menangani hukum juga dengan mengedepankan hati nurani,” ujar Sunarta.

Sunarta menambahkan, setelah ditahan di Rutan Klas IIB Kupang, penyidik segera menyusun dakwaan untuk tersangka dan kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang untuk disidangkan.

Kasi Dik Kejati NTT, Robert J. Lambila menambahkan kasus dugaan korupsi tambak garam di Kabupaten Sarai merugikan keuangan negara hingga Rp 36 miliar.

Ditegaskan jaksa yang akrab disapa RJL ini, bahwa dalam kasus tambak garam di Kabupaten Sarai akan terus bertambah. Namun untuk saat ini baru 4 orang yang ditetapkan diantaranya, Kadis Perindag, Lewi Tandirura, Nico R. Tari, Daniel Kitu dan Hendrik Jhon Wengi. “Yang jelas pasti akan ada tersangka lagi dalam kasus itu. Kami akan cari sampai akarakarnya atau otak dalam kasus itu,” tegas RJL.

Sementara itu Novan Erwin Manafe selaku kuasa hukum tersangka kepada wartawan mengatakan dalam proyek itu tersangka telah menerima pencairan sebesar Rp 1,35 miliar dari total anggaran Rp 2,99 miliar.

Dijelaskan Novan, anggaran sebesar Rp 1, 35 miliar yang telah diterima tersangka berdasarkan hasil pekerjaan dilapangan yang mencapai 60, 46 %. Namun, hasil perhitungan Poltek Kupang hanya mencapai 40% lebih.

“Klien kami akui sudah terima uang sebesar Rp 1, 35 miliar dari anggaran Rp 2, 99 miliar. Tapi itu berdasarkan pekerjaan dilapangan yakni untuk pengadaan mesin, pipa, urukan dilokasi dan pembersihan dilokasi,” ungkap Noven.

Ditambahkan Novan, tersangka memiliki niat untuk mengerjakan proyek itu. Buktinya, tersangka telah mengadakan pipa, mesin penyedot air laut, melakukan urukan dan pembersihan lokasi.

Tapi, lanjut Novan, pekerjaan itu tidak dituntaskan tersangka bukan karena kemauan tersangka, namun karena masalah lahan yang belum jelas status kepemilikannya.

“Saat bahan turun mau kerja, warga setempat menghalangi proses pekerjaan karena lahan itu milik mereka. Bahkan Kepala Desa, Huwaga, Kecamatan Sabu Timur, Leonardo Baubani juga buat surat resmi bahwa lahan itu bermasalah,” ungkap Noven.ie/obn-MP1

 

Add comment


Security code
Refresh