Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Saturday, Nov 18th

Last update08:17:21 AM GMT

You are here

 

Vonis Tinggi Kurir Ekstasi

Surel Cetak PDF

SEMARANG - Anggota DPP Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Lidia Siska Rini mengapresiasi ketegasan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng yang berani menjatuhkan vonis dan tuntutan tinggi terhadap Adi Setyo Nugroho, pengambil paket di kantor Pos berisi 1.000 pil ekstasi, yakni vonis selama tujuh tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

“Kami akui bagus ini tuntutan jaksa, maupun vonis majelis hakim. Saya katakana jangan ada kompromi terhadap pengedar atau bandar pelaku narkoba,”kata Lidia saat dihubungi wartawan, Jumat (2/6).

Menurutnya bahaya narkoba tidak memandang usia, sehingga peran keluarga begitu penting dalam hal pencegahan narkoba. Ia berharap agar inspeksi mendadak terkait narkoba di Jawa Tengah terus dilakukan. Jika ada yang tertangkap, Lidia ingin ada tindakan tegas.

"Kan kita perang melawan narkoba, maka harus berani, jangan ragu menjatuhkan vonis berat terhadap pengedar maupun pelaku dan bandar," tandasnya.

Dalam sidang di PN Semarang, Adi dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana pasal 132 ayat 1 juncto pasal 113 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 35/ 2009 tentang Narkotika.

"Majelis hakim yang dipimpin Suparno sudah menjatuhkan vonis selama tujuh tahun dan enam bulan. Atas vonis itu, klien kami (Adi,red) menyatakan pikir-pikir,"kata kuasa hukum terdakwa Adi, Sigit Rizky.

Sementara itu, JPU dari Kejati Jateng Omar Dani sebelumnya menuntut terdakwa Adi selama 15 tahun penjara.

Dalam dakwaan JPU menyebutkan, Adi ditangkap saat disuruh Eric Waskita, terdakwa lain dalam berkas terpisah, saat mengambil paket kiriman dari Jerman di Kantor Pos, Jl Imam Bardjo 2 Semarang pada 27 Desember 2016 sekitar jam 11.00. Adi masuk ke dalam kantor pos dengan menunjukkan resi.

Kemudian, ia menerima paketan berupa satu dus warna coklat bertuliskan dari Toynedo Spielwaren di Dortmund, Jerman untuk Yopi Johan Pramono dengan alamat Jl Tegalsari Raya 14 Candisari, Semarang. Setelah keluar kantor pos, tepatnya dihalaman parkirnya, Adi ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng.

Adi lalu diminta membuka peket yang isinya satu bungkus plastik transparan isi 1.000 butir pil terdiri atas 248 pil warna merah maron, 370 pil warna merah muda, 253 pil warna oranya, 129 pil warna biru. Saat itu, Adi mengakui paket milik terdakwa Eric. Atas petunjuk Adi, petugas BNNP lalu menangkap terdakwa di Seven Bistro.marnie-MP1

 

Add comment


Security code
Refresh