Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Saturday, Nov 18th

Last update08:17:21 AM GMT

You are here

 

Vonis Kasus Taruna nusantara

Surel Cetak PDF

MUNGKID - Sidang perkara pembunuhan Kresna Wahyu Nurachmad (15), siswa SMA Taruna Nusantara telah usai dengan dijatuhkannya vonis pada Hari Jumat (5/5). Hakim PN Mungkid,  Kabupaten Magelang,  Jawa Tengah menjatuhkan hukuman 9 tahun penjara potong masa tahanan terhadap terdakwa AMR (16) setahun lebih ringan dari tuntutan JPU. Sidang yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dijaga ketat oleh aparat.

Dalam amar putusannya, Hakim Aris Gunawan menyatakan bahwa, terdakwa AMR terbukti merencanakan pembunuhan terhadap rekannya,  Kresna Wahyu.  Hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa yang dinilai sadis dalam menghabisi nyawa sahabatnya itu.

Sementara hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya, terdakwa juga masih berusia muda dan masih bisa berubah serta sangat kooperatif selama sidang.

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang (Mungkid)  langsung menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut.  “Kami memerlukan waktu berfikir dalam menentukan sikap terhadap vonis ini.  Namanya sebuah keputusan,  kami tidak bisa serta merta untuk menyatakan sikap, “ ungkap JPU,  Eko Hening yang juga Kajari Mungkid ini.

Eko juga mengapresiasi semua pihak yang membantu pengamanan selama sidang. Sidang berjalan kondusif tanpa gejolak meskipun kasus ini telah menjadi sorotan nasional.
TERDAKWA TAK DIHADIRKAN
Tidak seperti sidang-sidang sebelumnya,  dalam pembacaan vonis ini,  terdakwa yang masih di bawah umur dibolehkan tidak mendengarkan vonis yang dijatuhkan.  Terdakwa hanya diwakili oleh penasihat hukumnya.


Jalannya sidang juga dijaga ketat oleh aparat dari Kepolisian dan dari TNI.  Tidak semua orang diperbolehkan masuk ke ruang sidang meskipun sidang dinyatakan terbuka. Hanya pihak-pihak tertentu saja, seperti dari kepolisian, pihak SMA Taruna Nusantara, dan keluarga saja yang diperbolehkan masuk. Sementara awak media hanya diperkenankan mengambil gambar di dalam ruangan sekitar 1 menit.

“Tas harus ditinggal di luar,  kalau ingin masuk ke ruang sidang,” kata Ika, salah satu wartawati yang meliput.
"Kasus ini diatur dalam sistem peradilan anak sehingga memang tidak boleh diekspos identitasnya dan wajah anak (terdakwa)," kata Eko Supriyanto Humas PN Mungkid.
Dari informasi salah seorang petugas di Kejaksaan,  terdakwa didatangkan sebelum sidang dimulai.  Namun Hakim memutuskan terdakwa diperbolehkan tidak mendengarkan pembacaan vonis dirinya.
Terdakwa datang dengan mengenakan jaket dan wajahnya ditutupi masker, didampingi keluarga dengan penjagaan ketat.marnie-MP1

Add comment


Security code
Refresh