Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Friday, Nov 24th

Last update09:00:37 AM GMT

You are here

 

Diskusi Berebut Kursi Jateng 1, PDIP: Kami Belajar dari Pilkada DKI

Surel Cetak PDF

SEMARANG - Sejumlah nama mulai dimunculkan menjelang Pilkada Jateng yang akan dihelat 2018 mendatang. Perebutan kursi gubernur dan wakil gubernur di provinsi ini, tampaknya diprediksi bakal panas menyusul hasil Pilkada DKI yang menggusur calon yang diusung partai pemenang Pemilu, PDIP.
Hal itu mengemuka dalam diskusi bertajuk "Berebut Kursi Jateng 1" yang digelar Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jateng (FWPJT), di Semarang, Rabu (3/5).

Hadir dalam diskusi tersebut Ketua Desk Pilkada Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputro, Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Bona Ventura Sulistiana, Ketua Dewan Penasehat Partai Demokrat Sukawi Sutarip, Wakil Ketua DPW PKB Jateng Henry Wicaksono, Sekretaris DPD Partai Golkar Jateng Fery Wawan Cahyono, dan pengamat politik Undip Yuliyanto.Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Bona Ventura Sulistiana mengakui, hasil yang diraih dalam Pilkada DKI menjadi pelajaran yang berharga dalam menentukan calon di Pilgub Jateng.

"Pilkada DKI menjadi pelajaran bagi kami. Ini bukan soal kalah atau menang. Namun, ini pembuktian bagi kami bagaimana menguji soliditas partai. Kekalahan di DKI, tak menyurutkan semangat partai. Kami akan memperkuat soliditas partai untuk mengamankan Jawa Tengah," tegas Bona.
Soal siapa yang bakal diusung dalam Pilgub Jateng, Bona mengatakan, keputusan itu mutlak hak prerogatif Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Itu mutlak berada di tangan Ibu Mega, kami hanya menunggu perintah dan tegak lurus mengamankan siapapun yang direkomendasi," tambahnya.


Sementara itu, Wakil Ketua DPW PKB Jateng Henry Wicaksono mengatakan, PKB telah menggadang-gadang satu nama kader yakni Marwan Ja'far. Menurut Henry, Marwan merupkan kader terbaik partai. Sedangkan Ketua Desk Pilkada Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputro mengatakan, partainya mencalonkan Abdul Wachid, Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, dalam Pilgub Juni 2018 mendatang.

"Jateng butuh figur yang mampu mengelola pertanian. Sebagian besar wilayah Jateng adalah sektor pertanian, dan sosok Abdul Wachid adalah petani tebu yang mengenal betul seluk beluk soal pertanian. Namun, kami tetap patuh pada instruksi ketua umum kami Bapak Prabowo," tegas Sriyanto.
Sekretaris DPD Partai Golkar Jateng Ferry Wawan Cahyono mengatakan, siapapun yang akan dimunculkan dalam Pilgub Jateng, sosok itu diharapkan mampu membawa Jateng sejajar dengan provinsi lain di Pulau Jawa.

"Selama ini, Jateng  tertinggal jauh dibandingkan dengan DKI, Jawa Barat dan Jawa Timur. Jateng kalah di banyak bidang.  Angka kemiskinan tinggi, indeks pembangunan manusia masih di urutan 20-an, nilai tukar petani fluktuatif,  daya tarik investasi yang selalu tertinggal. Ini tantangan dan PR yang harus mampu diatasi oleh cagub mendatang," tegas Ferry.
Pengamat politik Undip Yuliyanto memprediksi peta pertarungan dalam Pilgub Jateng akan panas, karena belajar dari pengalaman Pilkada DKI, Partai Gerindra bersama partai koalisinya seperti PKS dan PAN akan mencoba merebut dominasi PDIP.

"Jateng selama ini sangat didominasi PDIP sebagai partai utama. Namun, hasil Pilkada DKI dimana paslon yang diusung PDIP kalah membuat partai pesaingnya yakni koalisi Gerindra tampil percaya diri. Mereka akan mencoba merebut dominasi PDIP di Jateng, walaupun itu bukan perkara yang mudah," tegas Yuliyanto.
Menurut Yuliyanto, Jateng masih menjadi kandang banteng. "Kalau tak ada peristiwa besar yang fatal seperti DKI, Jateng masih sulit direbut dari PDIP. Sulit menandingi dominasi PDIP yang sudah sangat mengakar dan solid di Jateng," tegasnya.
Yuliyanto menunjuk kriteria calon pemimpin yang disukai masyarakat Jateng, yakni lugas, tegas, terbuka. Dia juga harus santun, sejuk dan berwibawa. Selain itu, bersahaja, sabar dan komunikatif.marnie-MP1

 

Add comment


Security code
Refresh