Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Saturday, Nov 18th

Last update08:17:21 AM GMT

You are here

 

Hampir Tak Ada Kejahatan Mengenakan Korporasi

Surel Cetak PDF

JAKARTA - Bisa dikatakan hampir tidak ada kasus kejahatan mengenakan korporasi sebagai aktor intelektualnya.
Hai itu dikatakan oleh Asisten Khusus (Asus) Jaksa Agung RI Dr.Asep Nana Mulyana dalam Diskusi Publik "Peran Penegak Hukum Dalam Memberantas Kejahatan Korporasi” yang digelar oleh Forum Wartawan Kejaksaan Agung (FORWAKA) di Hotel Ambhara, Jakarta, Rabu (26/4) sore.
Mantan Asisten Pidana Khusus Kejati Sumut itu mengindentifikasikan tiga kejahatan korporasi, yakni korporasi yang disengaja didirikan untuk berbuat kejahatan seperti membuat faktur pajak fiktif, kemudian korporasi yang mendapatkan keuntungan dari kejahatan, serta korporasi yang menjadi korban dari tindak kejahatan.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU-TPK) bahwa perorangan dan korporasi sebagai subyek hukum, hingga pidana denda terhadap korporasi dan pengurusnya.
"Sebagai petunjuk teknis penanganan kejahatan korporasi sebagai tersangka, Jaksa Agung telah menerbitkan surat No,B_ 036/A/F.t1/06/2009 tanggal 29 Juni 2009 yang kemudian disempurnakan melalui Perja No.28 Tahun 2014 tentang Penanganan Kejahatan Korporasi,” ungkapnya.


Dikatakan, Kejagung sendiri sejak 2009  telah mencoba melakukan identifikasi kejahatan korporasi tersebut termasuk membuat petunjuk teknis dalam penanganan korporasi sebagai tersangka/terdakwa.
Diskusi publik yang pertama kali digelar Forwaka itu sebelumnya dibuka secara resmi oleh Kapuspenkum Kejaksaan RI M.Rum, dengan menghadirkan pembicara antara lain Asisten Khusus Jaksa Agung Dr.Asep Nana Mulyana,  Anggota Komisi III DPR-RI Masinton Pasaribu, Koordinator Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Iza Fadli, Mantan anggota DPR dari Komisi III dan Wakil Sekretaris Pemimpin Pusat  Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nadlatul Ulama, Djoko Edi S Abdurrahman dan Kepala Biro Hukum KPK Setiadi dengan dipandu oleh Wartawan Majalah Forum Syamsul.


Diskusi diakhiri dengan pemberian cindera mata berupa plakat dari Forwaka yang diberikan oleh Ketua Forwaka Zamzam Siregar kepada lima narasumber.muzer/franky-MP1

Add comment


Security code
Refresh