Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Friday, Nov 24th

Last update09:00:37 AM GMT

You are here

 

RELEASE "VIDEO ANTI EKSPLOITASI PRT: DILUNCURKAN

Surel Cetak PDF

Video Anti Eksploitasi PRT Diluncurkan

MAJALAH-PROSEKUTOR.COM, Jakarta : Video berdurasi 22 menit, yang  membawa pesan anti kerasan dan eksploitasi terhadap pekerja rumah tangga, hasil kerjasama IOM Iinovatif International Organization for Migration) X dengan U.S. Agency for International Development (USAID) hari ini diluncurkan di Jakarta, Senin (30/5). Video ini merupakan kisah dari tiga keluarga di ASEAN yang memiliki Pekerja Rumah Tangga asal Indonesia, Filipina dan Myanmar.

Menurut Program Leader IOM X, Tara Dermot, kampanye inovatif International Organization for Migration (IOM) untuk mendorong migrasi yang aman serta gerakan masyarakat dalam menghentikan eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang, sekaligus mencegah eksploitasi terhadap pekerja rumah tangga di kawasan Asia tenggara atau ASEAN.

“Kepada pengguna jasa bahwa hubungan positif dengan pekerja rumah tangga yang didasari rasa saling percaya dan komunikasi yang baik dapat menciptakan rumah yang nyaman (happy home),” ungkap Dermott.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Hanif Dakiri mengapresiasi kampanye IOM X Happy Home ini. Sebab dapat membantu menyampaikan informasi secara langsung kepada masyarakat agar dapat menghentikan eksploitasi pekerja di sector rumah tangga.

“Mari kita memberikan perhatian lebih kepada isu ini dan mendorong kedua belah pihak (pekerja dan pengguna jasa) agar lebih memahami hak dan kewajibannya masing-masing yang pada  gilirannya dapat menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, baik bagi pekerjarumah tangga maupun pengguna jasanya,” katanya.

Data di Dirjen Amerika dan Eropa, saat ini  pekerja rumah tangga dipekerjakan di rumah pribadi, memberikan jasa/layanan seperti membersihkan rumah, mencuci, berbelanja, memasak dan menjaga/mengurus anak serta orang tua.

Secara global, satu dari 13 perempuan penerima gaji dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga. Dari 52 juta pekerja rumah tangga di dunia,  41 persen berada di Asia Pasifik, Diduga 1,9 juta pekerja rumah tangga di Asia Pasifik mengalami eksploitasi.

Lebih lanjut Dakiri, menjelaskan jutaan perempuan bermigrasi ke kawasan Asia Pasifik untuk bekerja sebagai pekerja rumah tangga, termasuk dari Indonesia. Oleh karena itu, dan sejalan dengan semangat yang ditetapkan dalam Protokol Palermo, merupakan sebuah kewajiban bagi setiap Pemerintah di kawasan untuk bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan guna mencegah pekerja rumah tangga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.

Pemerintah Indonesia terus bekerja keras meningkatkan perlindungan para pekerjanya, termasuk para pekerja rumah tangga yang bekerja di dalam maupun luar negeri.

“Jutaan pekerja sector domestik di dunia rentan terhadap eksploitasi dan trafficking in person. Hal ini sangat menjadi perhatian negara-negara anggota ILO (termasuk Indonesia) untuk ditangani secara fair dan save” tutup Manaker Hanif Dakiri.

Video yang diproduksi An IOM X Production adalah drama yang terdiri dari tiga bagian mengenai keluarga dan pekerja rumah tangganya. Berlokasi di Singapura, Malaysia, dan Thailand, ketiga kisah drama ini menceritakan tantangan dari kesibukan masing-masing keluarga, yang mana mereka berupaya mengimbangit untutan kerja, pekerjaan rumah tangga dan membesarkan anak, dengan bantuan pekerjarumah tangga yang berasal dari Filipina, Indonesia dan Myanmar.

Di dalam setiap kisah, keluarga mengalami momen refleksi dimana mereka menyadari bahwa setiap orang membutuhkan istirahat dan dengan tidak terpenuhinya kebutuhan pekerja rumah tangga ini dapat menimbulkan dampak negatif, baik terhadap keluarga maupun pekerja rumah tangga mereka.Masing-masing kisah/cerita di Open Doors ditulis, diproduksi dan disutradarai oleh bakat-bakat lokal di masing-masing negara.

Acara dan program ini dapat berlangsung atas dukungan para mitra IOM X, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia. Sekretariat ASEAN, U.S. State Department, USAID, UN Women and the Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).

adv/kun-MP1

Add comment


Security code
Refresh