Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Saturday, Nov 18th

Last update08:17:21 AM GMT

You are here

 

Peradi Gelar Seminar 'Justice Collaborator'

Surel Cetak PDF

Bahwa munculnya Justice Collaborator atau dulu disebut Collaborators of Justice karena terkait dengan pengungkapan tindak pidana yang di lakukan oleh mafia.

Justice Collaborator pada umumnya adalah orang yang terlibat dalam kegiatan mafia, tetapi pada titik tertentu memutuskan untuk bekerjasama dengan penyidik dan penuntut umum.

"Dengan adanya kerjasama tersebut, meningkatkan risiko pembalasan mafia terhadap Justice Collaborators dan keluarga untuk mengambil resiko tersebut. Maka hukum memberikan program perlindungan saksi kepada Justice Colkaborators," ungkap Prof. Dr. Widyopramono dalam seminar PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) di Crowne Plaza Jakarta, Jumat (26/2).

Widyo menambahkan bahwa selain mafia, tindak pidana terorganisir lainnya juga memiliki kekuatan tang sangat besar, mempunyai pengaruh pada politik, ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

"Sehingga dapat menimbulkan risiko bagi orang yang berusaha menghalangi atau menggagalkan rencana atau kegiatan mereka. Mereka terbiasa melakukan pendekatan terhadap penguasa dengan cara menyuap,bahkan terkadang penguasa adalah bagian dari tindak pidana terorganisir itu sendiri," tekan pria yang juga Jamwas Kejaksaan Agung ini.

Melalui paparannya tentang 'Peran Penegak Hukum dalam perlindungan Justice Collaborator', Widyo melihat bahwa tindak oidana yang mereka lakukan memiliki dampak luas. "Mulai dari merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, merusak lingkungan, membahayakan keamanan negara, merusak generasi muda, tata nilai perilaku kehidupan yang tidak normal, tidak wajar dan sebagainya."

Seminar Nasional yang di selenggarakan oleh Dewan Pengurus Nasional (DPN) PERADI dengan topik 'Justice Collaborator' tersebut menghadirkan nara sumber dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai dengan membawa materi 'Justice Collaborator Bagi Pelaku Tindak Pidana', serta Dr. Eva Achjani yang menyampaikan 'Tinjauan Akademis Konsep Justice Collaborator dan Sejarah Perkembangannya Dalam Praktek Keadilan di Dunia' dan dipandu oleh moderator dari Haris Hutapea.

Seminar inI dibuka langsung oleh ketua umum DPN PERADI Dr. H.Fauzi Yusuf Hasibuan dan dihadiri sekitar 350 anggota Peradi secara gratis.

muzer/franky-kie

Add comment


Security code
Refresh