Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Monday, Dec 11th

Last update11:38:48 AM GMT

You are here

 

Koruptor Proyek Pacuan Kuda Divonis 17 Bulan

MAJALAH-PROSEKUTOR.COM, Semarang : Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang menjatuhkan vonis 1 tahun 5 bulan kepada Komisaris PT Tegar Arta Kencana Agus Yuniarto dalam kasus dugaan korupsi pembangunan fasilitas pendukung pacuan kuda Tegalwaton Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang tahun 2012. Hakim ketua Gatot Susanto didampingi Alimin R Sudjono dan Kalimatul Jumro juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan.

"Mengadili menjatuhkan hukuman 1 tahun 5 bulan kepada terdakwa serta denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan,'' kata Gatot di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (28/1).

Terkait uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 208,3 juta, majelis hakim dalam amar putusannya menyebut bahwa itu akan diperhitungkan dengan pengembalian denda sebelumnya dimana terdakwa telah menyerahkan uang sebesar Rp 300 juta. Denda saat itu hanyalah sebesar Rp 65 juta. Terdakwa juga pernah menitipkan uang sebesar Rp 88 juta.

"Dari amar tadi hakim meminta diperhitungkan dengan kelebihan pembayaran sebelumnya. Jadi seharusnya ada sisa yang dikembalikan kepada terdakwa, tetapi pasti itu butuh proses ya karena sifatnya denda jadi sudah masuk ke negara tidak bisa dalam waktu singkat untuk pengembaliannya,'' imbuh Dwi Heru Wismanto.

Majelis berpendapat terdakwa telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan korupsi. Pertimbangan yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemberantasan korupsi dan terdakwa juga masih menjalani kasus hukum lainnya.

Sebelumnya jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Ambarawa menuntut UP sesuai hitungan BPKP sebesar Rp 208,3 juta yang dikurangkan dengan pengembalian kerugian negara Rp 88,2 juta sehingga masih ada sisa pidana UP Rp 120,03 juta. Selain itu juga dituntut pidana 1,5 tahun penjara serta denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Selain terdakwa, jaksa mengungkapkan juga telah ditetapkan tiga tersangka lainnya yakni mantan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) yang sekarang bekerja di Dinas Pekerjaan Umum, Ade Fadjar (PPKom).  Komisaris PT Harmoni International Technology (HIT) Tri Budi Purwanto yang diketahui menjadi terdakwa dalam kasus proyek kolam retensi Muktiharjo Kidul serta Thomas Hartono yang bertindak sebagai pelaksana.

Pada proyek pembangunan lintasan pacuan kuda yang pagu anggarannya Rp 6,8 miliar juga dibangun fasilitas pendukung pacuan dengan pagu Rp 6 miliar. Dalam dakwaan jaksa terungkap, dugaan korupsi terjadi atas pengadaan lintasan dan sarana pendukung pacuan kuda Tegalwaton sebesar Rp 12,8 miliar dari APBD-P Jateng TA 2012. Selain dana dari APBD Jateng juga berasal dari APBD Kabupaten Semarang TA 2012 sebesar Rp 400 juta untuk perencanaan DED serta konsultan pengawas masing-masing senilai Rp 200 juta.

Dalam pelaksanaannya, proyek rupanya belum selesai 100% tetapi telah dilakukan pembayaran yang diterima Direktur PT Tegar Arta Kencana Widayati, mantan istri terdakwa. Beberapa penyimpangan yang terjadi berupa kelebihan bayar yang disebabkan kekurangan volume dan kemahalan harga satuan sebesar Rp 88,2 juta. Sementara adanya kekurangan pembayaran karena volume tidak tercantum dalam kontrak sebesar Rp 59,1 juta. Selain itu juga didapati adanya kekurangan pengecatan atap galvalum tribun.

mar-MP1

Add comment


Security code
Refresh