Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Saturday, Nov 18th

Last update08:17:21 AM GMT

You are here

 

Kejaksaan Negeri Kajen : Kekurangan Jaksa Tak Menjadi Hambatan

Surel Cetak PDF

Suasana sepi dan teduhnya pepohonan yang menghijau, menyapa kita begitu memasuki pusat kota Kajen yang merupakan ibu kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan. Pusat perkantoran yang menjadi satu di sekitaran alun-alun berjajar rapi dan bersih. Kejaksaan Negeri Kajen yang terletak di Jalan Teuku Umar No 1 Kajen, saat ini telah memiliki gedung baru yang representatif dengan halaman yang luas, halaman belakang dan samping penuh dengan pohon yang rimbun sehingga membuat suasana menjadi teduh dan segar.

Di bawah kepemimpinan seorang perempuan tangguh, Ahelya Abustam, SH, MH Kejaksaan Negeri Kajen menunjukkan ‘taringnya’ dalam penindakan tindak pidana korupsi. Kabupaten yang memiliki 19 kecamatan yang sebelumnya ‘adem ayem’ jauh dari hiruk pikuk dugaan korupsi, kini mulai terlihat adanya proyek-proyek yang bermasalah.

Periode tahun 2015 ini, Kejari Kajen berhasil menduduki peringkat ke-2 dalam pemberantasan korupsi di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa tengah dengan 16 kasus. “Bagi kami, bukan embel-embel juara atau peringkat yang penting. Namun kinerja dan semangat untuk menjadikan Kabupaten Pekalongan bersih dari praktik-praktik korupsi sehingga pembangunan berjalan lancar hingga ke pelosok-pelosok desa, itu yang paling penting,” kata Ahelya perbincangan dengan PROSEKUTOR.

Kerja yang kompak, suasana yang kekeluargaan menghasilkan out put kinerja yang luar biasa. “Saya bersyukur karena para Kasi di sini memiliki semangat luar biasa,serta didukung oleh para staff yang luar biasa pula. Sehingga Alhamdulillah, kami berhasil mengungkap berbagai tindak pidana korupsi.”

Di tahun 2016 mendatang, Kejari Kajen masih akan terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui ada atau tidaknya korupsi. “Ini bukan berarti kami menghambat pembangunan, namun sudah menjadi tugas kami untuk mengungkap kecurangan yang dilakukan oleh oknum,” tegas Ahelya.

“Semua support data berasal dari bidang intelijen. Dalam melaksanakan tugasnya, kasi Intel saya dan anak buahnya harus rela melakukan perjalanan jauh dengan mobil, ke pelosok desa. Tim intel masih harus berjalan selama dua jam untuk melakukan pull data dan melihat langsung lokasi yang dilaporkan terjadi tindak pidana korupsi. Namun karena menjalani tugas dengan amanah, jadi tak ada keluhan.”

BUKAN HAMBATAN

Dengan jumlah Jaksa yang hanya 10 orang dan TU 18 orang, rasanya amat kurang untuk menjangkau semua wilayah Kabupaten Pekalongan yang memiliki 19 kecamatan dengan letak yang berjauhan dan berbukit-bukit. Namun semua itu tak menjadi hambatan  dan alasanuntuk hanya bersantai-santai.

“Untuk penyuluhan hukum, baru saja kami mengumpulkan 279 kepala desa untuk kami beri pengarahan tentang Dana Desa yang jumlahnya fantastis itu. Ironisnya, masih banyak yang belum mengerti apa itu Kejaksaan dan tugasnya. Bahkan ada yang mengira, kalau Jaksa itu anak buah Bupati,” kata Kasi Intel, Slamet Hariyadi, SH, MH.

Dengan pendekatan yang kekeluargaan, akhirnya mereka menjadi respek kepada Kejaksaan Negeri Kajen. Hingga tak segan mereka melaporkan jika terjadi penyimpangan. “Nomor HP saya, saya berikan kepada kepala-kepala sekolah dan kepala-kepala desa. 24 jam  mereka bisa kontak saya. Bahkan menurut mereka, sekarang jadi jarang didatangi oknum-oknum LSM yang meminta-minta uang. DAK untuk sekolah-sekolah sekarang juga sudah tidak dipotong lagi,” ujar Slamet yang telah tiga kali menjadi Kasi ini.

Kerja keras tim Intel dari Kejari Kajen yang rela berkeliling ke pelosok-pelosok  ini, membuahkan hasil. Pembangunan menjadi lebih baik karena mereka takut akan terkena kasus jika main-main dengan anggaran desa. Lelang-lelang proyek pun semakin baik dan transparan, bukan perusahaan fiktif yang ikut lelang.

“Untuk kegiatan Hari Anti Korupsi belum lama ini, kami memanggil semua rekanan dan stake holder di Kabupaten Kajen untuk sosialisasi Hari Anti Korupsi Se-dunia yang dilaksanakan 10 Desember lalu, karena tanggal 9 Desember ada Pilkada serentak,” jelas Slamet.

16 KASUS KORUPSI

“Pertama kali saya bertugas di Kajen ini, saya merasakan kejanggalan dalam pembangunan di sini. APBD sini kan besar, tapi kok pembangunannya jarang dilakukan. Jalan sepanjang  depan kantor (Kejari) saja, banyak yang rusak, berlubang-lubang baru sekarang di hot mix sehingga mulus jalannya. Kejanggalan-kejanggalan itu yang membuat saya tergelitik,” kata Ahellya.

Chelly, panggilan akrabnya, lalu mempelajari LP Bupati, untuk meneliti sudah dilakukan pembangunan di daerah mana saja. Dari situlah, dia memerintahkan anak buahnya untuk memonitor proyek-proyek yang diselenggarakan dengan LPj, apakah sudah sesuai dengan spek atau tidak.

“Dukungan masyarakat kepada kami juga hebat. Mungkin mereka tidak akan mengira kalau kami akan turun hingga ke tempat-tempat yang jauh. Waktu kami tinjau lokasi, bangunan yang baru selesai ada yang sudah ambrol, ada yang mangkrak. Ini jelas merugikan masyarakat,” kata mantan Jaksa Koordinator di Kejati DIY ini.

Kejeliannya akhirnya membuahkan hasil. Sebanyak 16 kasus berhasil diungkap oleh Chelly dan jajarannya. Kebanyakan merupakan kasus di lingkungan PSDA Kabupaten Pekalongan. Modus penyimpangannya, banyak proyek yang dikerjakan sendiri oleh oknum pegawai Dinas PSDA dan dalam pembuatan dokumen kontrak banyak dokumen yang tanda tangannya dipalsukan. “Pihak direktur CV yang bersangkutan tidak pernah menandatangani dokumen kontrak proyek.”

Dari ke 19 paket yang telah dilakukan, tambah Chelly, dari hasil pengukuran dan penghitungan ahli  dari Unnes Semarang,  menyimpulkan bahwa dalam pelaksanaanya  adanya  selisih perhitungan pasangan batu brojong, selisih perhitungan pasangan batu mortar, indikasi mark up harga pintu, selisih perhitungan plesteran, selisih perhitungan acian dan selisih perhitungan siaran.”

Berikut kasus korupsi yang berhasil diungkap:

Dugaan Terjadinya Tindak Pidana Korupsi dalam pelaksanaan Kegiatan Fisik pada Kantor Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi dan  Sumber Daya Mineral Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2014.

Mark up untuk harga pintu pintu air yang ada 11 paket kegiatan dengan rincian sebagai berikut :

1.      Pembangunan Bendung Kali Sragi Lama Desa Blacanan Kecamatan Siwalan nilai kontrak Rp.987.009.000,00 (CV Ganesha)

2.      Perbaikan dan Peninggian Tanggul Muara Kali Bremi dan Meduri Nilai kontrak Rp.462.800.000, 00 (CV Tito Adi Perkasa)

3.      Pembangunan Pintu 12 Titik Desa Wonokerto Kulon (Rt.1,5,9,16,18,20,22,23) Kecamatan Wonokerto nilai Kontrak Rp.59.600.000, 00 ( CV Supraba)

4.      Pembuatan Pintu Intrusi Air Asin 1 Desa Api-api Kecamatan Wonokerto Nilai Kontrak Rp.197.900.000, 00 (CV Sejahtera Abadi)

5.      Pembuatan Pintu Intrusi Air Asin 2 Desa Api-api Kecamatan Wonokerto Nilai kontrak Rp.149.700.000, 00 (CV Citra karya Utama)

6.      Pembuatan Pintu Instrusi Air Asin 3 Desa Api-api Kecamatan Wonokerto nilai Kontrak Rp.148.000.000, 00 (CV Mulya Abadi)

7.      Pembuatan Pintu Intrusi Air Asin Desa Mulyorejo (Rt.13 rw.02) Kecamatan Tirto nilai kontrak Rp.197.199.200, 00 ( CV Dwi Karya)

8.      Pembuatan Pintu Intrusi Air Asin Desa Mulyorejo (saluran tersier) Kecamatan Tirto Nilai kontrak Rp.199.000.000, 00 (CV Sidodadi)

9.      Pembuatan Pintu Air Asin 4 Desa Depok Kecamatan Siwalan Nilai kontrak Rp.198.000.000, 00 (CV Sina Wijaya)

10.  Pembuatan Tanggul Kali Kanan Sungai Tumbal Desa Mejasem Kecamatan Siwalan; Nilai Kontrak Rp.298.378.000, 00 ( CV Fajar Lestari)

11.  Normalisasi sungai Winong Nilai Kontrak Rp.199.500.000, 00 (Cv Aji Jaya)

 

Untuk kegiatan P3S peningkatan pembersihan dan Pengerukan Sungai dibidang PSDA pada Kegiatan Fisik pada Kantor Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2014 ada 17 (tujuh belas) paket yang dikontraktualkan namun dikerjakan oleh Bidang Pembangunan Dinas PSDA Kabupaten pekalongan yaitu:

1.      Pengadaan  Enceng Gondok Sungai mrican desa mayangan kecamatan Wiradesa nilai kontrak Rp.43.400.000, 00  CV  (Fajar Lestari) yang mengerjakan Dinas PSDA Kab Pekalongan

2.      Pengangkatan enceng gondok Sungai Pesanggrahan, Desa Bener,  Kec.  Wiradesa nilai kontrak Rp.37.760.000, 00 (CV Fajar Lestari) yang mengerjakan Dinas PSDA Kab Pekalongan

3.      Pengangkatan enceng gondok sungai ampel kecamatan siwalan nilai kontrak Rp.38.900.000,- (CV Sari Agung) yang mengerjakan Dinas PSDA Kab Pekalongan

4.      Pemeliharaan saluran air Desa Wonokerto Wetan,  Kecamatan Wonokerto nilai kontrak Rp.42.420.000, 00 (CV abadi Jaya Teknikindo) yang mengerjakan sdr Wahroji

5.      Pemeliharaan Kali Gosek,  Dukuh Petir,  Desa Ponolawen,  Kecamatan Kesesi, nilai kontrak Rp.39.600.000, 00 (CV Wahyu Aji) yang mengerjakan Dinas PSDA Kab. Pekalongan

6.      Pemeliharaan Kali Buangan kemplong- rowoyoso kecamatan wiradesa nilai kontrak Rp.36.500.000, 00 (CV Cita Putra) yang mengerjakan Dinas PSDA Kab Pekalongan

7.      Pemeliharaan alur kali sonto desa pagumenganmas kecamatan karangdadap nilai kontrak Rp.35.500.000, 00 (CV Mustika Graha Semesta) yang  mengerjakan Dinas PSDA Kab Pekalongan

8.      Pemeliharaan Kali Kancil, Desa Karang Dadap, Kecamatan Karangdadap, nilai kontrak Rp.37.580.000, 00 (CV Cita Putra) yang mengerjakan Dinas PSDA Kab Pekalongan

9.      Pemeliharaan Kali Rowobulus,  Desa Kebon Rowo Pucang,  Kecamatan Karangdadap, nilai kontrak Rp.34.600.000, 00 (CV Mustika Graha Semesta) yang mengerjakan Dinas PSDA Kab Pekalongan

10.  Pemeliharaan alur kali kolong desa bojong lor kecamatan bojong nilai kontrak Rp.41.450.000, 00 (Cv Mustika Graha semesta) yang mengerjakan sdr Winarto (suami Dyah)

11.  Pemeliharan Kali Gandu, Desa Talun,  Kecamatan Talun nilai kontrak Rp 34.640.000, 00 (CV Beringen Indah karya Agung)  yang ngerjakan Dinas PSDA Kab. Pekalongan

12.  Pemeliharaan Kali Rowo, Desa Sangkanjoyo,  Kecamatan Kajen,  nilai kontrak Rp 43.530.000, 00 (CV Putra Pandawa) yang mengerjakan Dinas PSDA Kab Pekalongan

13.  Pemeliharaan kali bagong desa sinagoh prendeng kecamatan kajen nilai kontrak Rp 40.400.000,- (CV Beringen Indah Karya Agung) yang mengerjakan sdr Winantiningsih (istri Agus)

14.  Pemeliharaan Kali Buangan Ngalian,  Desa Tanjung,  Kecamatan Tirto nilai kontrak Rp 42.550.000, 00(CV Putra Pandawa) yang mengerjakan Dinas PSDA Kab Pekalongan.

15.  Pemeliharaan Sungai Kali Gawe,  Kelurahan Kedungwuni  Timur,  Kecamatan Kedungwuni,  nilai kontrak Rp 39.500.000, 00 (CV Lina Karya) yang mengerjakan Dinas PSDA Kab Pekalongan

16.  Pemeliharaan Sungai  Bungan Puri Pisma, Kecamatan Kedungwuni nilai kontrak Rp 42.400.000, 00 (CV Supraba) yang mengerjakan Sofian

17.  Pemeliharaan Kali Godek,  Desa Tanjung Julon,  Kecamatan Kajen,  nilai kontrak Rp 39.400.000,00 (CV Lina Karya) yang mengerjakan Syahri

marnie-MP1

Add comment


Security code
Refresh