Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Monday, Dec 11th

Last update11:38:48 AM GMT

You are here

 

Kasus Dugaan Korupsi Dana Banpol : Ketua DPRD Purworejo Divonis Bebas

MAJALAH-PROSEKUTOR.COM, Semarang : Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang akhirnya memutus bebas Luhur Pambudi Mulyono, Ketua DPC PDIP Purworejo yang juga Ketua DPRD Kabupaten Purworejo atas kasus dugaan korupsi dana bantuan politik (Banpol) partai yang diterima dalam kurun waktu 2010-2014. Dalam sidang yang dipimpin hakim Sulistyono didampingi Antonius Widijantono dan Robert Pasaribu disebutkan bahwa majelis tidak sependapat dengan kesimpulan jaksa penuntut umum (JPU) yang menyimpulkan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi.

''Kami tidak sependapat dengan JPU. Kesimpulan mengenai perbuatan terdakwa korupsi haruslah dikesampingkan karena berdasarkan fakta-fakta persidangan perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur dalam seluruh dakwaan,'' kata hakim Sulistyono di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (16/12).

Selama tahun 2010-2014, DPC PDIP telah menerima dana Banpol secara keseluruhan sebesar Rp 861,8 juta yang diberikan secara bertahap bersumber dari APBD Kabupaten Purworejo. Majelis tidak menemukan bahwa terdakwa telah menggunakan bantuan keuangan tersebut. Dalam hal ini unsur melawan hukum juga tidak terpenuhi dan dakwaan kesatu primair tidak terbukti. Hakim menyatakan terdakwa tidak terbukti sesuai dakwaan pada Pasal 2, Pasal 3 dan Pasal 9 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Majelis pun meminta terdakwa segera dibebaskan dari tahanan dan membebankan biaya perkara kepada negara. Atas putusan itu, Luhur pun tak kuasa menahan tangisnya pun dengan keluarga dan para pendukungnya yang memenuhi ruang sidang.

''Kami percaya Tuhan itu Maha Adil dan terbukti putusan hakim bahwa saya tidak bersalah. Masih ada keadilan di negeri ini saya percaya itu,'' ungkap Luhur.

Saat disinggung langkah ke depan, Luhur akan mengabdikan diri kepada negara dan masyarakat. Soal dirinya yang sudah sekian lama ditahan namun kini akhirnya bebas, Luhur menyatakan tidak akan melakukan langkah hukum apapun.

''Ya sudah buat saya pribadi tidak akan menggugat. Tapi kalau secara kepartaian saya tidak tahu, akan konsultasi dulu dengan pimpinan,'' imbuhnya diiringi teriakan takbir para pendukungnya.

Selain Luhur, terdakwa lainnya Prabowo selaku bendahara DPC PDIP Purworejo juga divonis bebas. Dalam sidang terpisah yang dipimpin hakim Antonius Widijantono, terdakwa Prabowo pun nampak berlega hati karena majelis telah membebaskan dirinya dari seluruh dakwaan jaksa. Atas putusan itu, jaksa penuntut umum menyatakan sikap pikir-pikir.

''Kami akan diskusikan dengan pimpinan dulu,'' ujar jaksa Ari Wibowo.

Sebelumnya, JPU Kejari Purworejo mendakwa Luhur Pambudi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan menuntutnya dengan pidana penjara selama lima tahun serta denda sebesar Rp150 juta subsidair enam bulan kurungan. Jaksa juga menuntut pidana tambahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 373 juta subsidair 1 tahun penjara ditanggung renteng dengan terdakwa lainnya.

nie-MP1

Add comment


Security code
Refresh