Majalah Prosekutor Online

Suluh Hukum Masyarakat

Saturday, Nov 18th

Last update08:17:21 AM GMT

You are here

 

Trio Srikandi Kecil Juara Milo School Competition

Surel Cetak PDF

Trio srikandi kecil SD Bernadus Semarang, akhirnya berhasil menjadi juara beregu putri kategori Sekolah Dasar setelah mengalahkan SD Hidayatullah dengan skor 2-1.

Kepastian gelar juara diraih setelah tunggal pertama Kanaya Dianne menang mudah 21-6/21-8 atas Safia Dwista. Serta ganda Dominique Clarissa Claire/Kanaya Dianne menang straight set 21-12/21-14 atas Anissa/Safia Dwista.

SD Hidayatullah hanya mampu merebut partai kedua lewat andalannya Anissa yang dipaksa kerja keras melawan Katie Cahaya Krismas yang berakhir 21-15/21-17.

Menurut manajer sekaligus pendamping tim SD Bernadus, Fabianus Franky, hasil ini sesuai target awal untuk merebut gelar juara.

"Dengan materi pemain yang merata serta bisa saling menggantikan, target kami memang menjadi juara. Apalagi ketiganya berlatih kontinyu di klubnya masing-masing."

Sementara Gabriel, guru pendamping SD Bernadus selain merasa bangga atas prestasi murid-muridnya juga merasa 'kehilangan'.

"Generasi emas ini akan berakhir karena mereka tahun depan sudah lulus. Dan sangat disayangkan kami belum memiliki generasi penerusnya," ungkap pria juga guru bahasa Inggris ini.

Sebelumnya SD Bernadus putri ini berturut-turut mengalahkan SD Ngesrep dan SD Kebon Dalem dengan skor 2-0.

Sedangkan di perorangan tunggal dan ganda, ketiganya juga tak mengecewakan karena mampu bertahan sampai perempat final di tengah-tengah keperkasaan peserta asal Soli, Cilacap, Purwokerto dan Klaten.

Ketiganya saat ditanya oleh legenda bulutangkis Indonesia, Rexy Mainaki, sama-sama berkeinginan menjadi pemain nasional yang bisa mengharumkan nama Indonesia setelah era Susi Susanti.

COACHING CLINIC

Sebelum final beregu diadakan coaching clinic oleh Rexy Mainaki, setelah MILO School Competition Tasikmalaya dihadiri Ricky Soebagdja. Kehadiran legenda bulu tangkis Indonesia peraih medali emas ganda putra Olimpiade Atlanta 1996 ini menambah kemeriahan babak final MILO School Competition Semarang.

Rexy Mainaky hadir memberikan motivasi, coaching clinic dan pesan kepada para peserta MILO School Competition.

"Saya sangat senang melihat semangat adik-adik di kota Semarang. Mereka sangat antusias dengan apa yang saya berikan. Saya ucapkan selamat kepada para pemenang, pesan saya jangan cepat puas dengan apa yang sudah diraih, teruslah berlatih dan berprestasi sehingga bisa membanggakan Indonesia.

MILO School Competition ini satu-satunya kompetisi bulu tangkis U-15 yang menerapkan poin ranking nasional di kalender kegiatan PBSI. Adanya sistem poin ranking nasional ini memberikan kesempatan bagi para pebulutangkis muda untuk menjadi atlet nasional,” ungkap Rexy.

"Tahun ini merupakan pertama kalinya MILO School Competition diselenggarakan di Semarang. Fasilitas bulu tangkis di kota ini tidak perlu diragukan lagi, demikian juga dengan antusiasme masyarakatnya terhadap bulu tangkis. Karena itulah kami memilih Semarang sebagai salah satu tempat penyelenggaraan MILO School Competition.

Jumlah peserta di Semarang ini melebihi target, dan kami berharap anak-anak ini dapat belajar nilai-nilai penting dari sebuah kompetisi olahraga,” ujar Sport Marketing Executive MILO Donny Wahyudi.

adv/m.setiono-MP1

Add comment


Security code
Refresh